
Courtesy of NatureMagazine
DSM Baru: Panduan Diagnosis Mental yang Lebih Ilmiah dan Inklusif untuk Masa Depan
Mengembangkan versi baru dari manual diagnosis gangguan mental yang lebih ilmiah, inklusif, fleksibel, dan mampu melibatkan penyebab biologis, sosial, dan lingkungan serta menyediakan sumber pengetahuan yang dapat digunakan oleh profesional maupun masyarakat umum.
03 Feb 2026, 07.00 WIB
208 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- DSM akan mengalami perubahan untuk mencakup pendekatan yang lebih ilmiah dan inklusif.
- Dimensionalitas dalam diagnosis gangguan mental menjadi fokus baru untuk memperbaiki cara diagnosis dilakukan.
- Pentingnya penelitian biomarker dalam memahami dan mengdiagnosis gangguan mental semakin diakui.
Washington DC, Amerika Serikat - Satu dari empat orang dewasa terkena gangguan mental, sehingga DSM menjadi buku penting bagi para dokter dan psikiater. Namun, DSM-5 yang dibuat pada 2013 sering dikritik karena terlalu kaku dalam mengelompokkan penyakit mental dan kurang membahas penyebab-penyebab sosial dan biologisnya.
Baru-baru ini, American Psychiatric Association (APA) mengumumkan rencana untuk membuat versi baru DSM yang lebih ilmiah dan inklusif. Mereka ingin agar manual itu tidak hanya berguna untuk profesional, tapi juga bisa menjadi sumber edukasi dan alat kampanye bagi masyarakat luas.
Salah satu ide utama adalah mengubah DSM agar diagnosis gangguan mental lebih fleksibel dan bekerja berdasarkan skala atau dimensi, bukan hanya kategori tetap seperti sebelumnya. Hal ini diharapkan bisa membuat diagnosa lebih tepat dan sesuai kondisi tiap pasien.
Meski demikian, versi baru DSM diperkirakan belum akan memasukkan tes biomarker—seperti hasil scan otak atau data genetik—karena saat ini belum ada biomarker yang cukup andal untuk diagnosa gangguan mental. Namun, mereka sudah mulai merencanakan riset untuk mengembangkan tes biomarker di masa depan.
Selain aspek biologis, DSM baru juga akan lebih banyak memasukkan faktor budaya dan lingkungan yang mempengaruhi kondisi mental seseorang, serta menilai bagaimana penyakit itu mempengaruhi kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00283-8
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00283-8
Analisis Ahli
Marketa Wills
"Keinginan untuk tetap kuat berdasarkan sains membuka peluang untuk diagnosis yang lebih tepat dan berguna secara klinis di masa depan."
Maria Aquendo
"DSM baru harus inklusif dan dapat beradaptasi agar relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan pasien."
Anissa Abi-Dargham
"Meski biomarker belum bisa digunakan saat ini, penyiapan roadmap adalah langkah penting untuk memasukkannya ke dalam praktik klinis nantinya."
Analisis Kami
"Pengembangan DSM yang mengadaptasi model berdimensi secara signifikan bisa menjadi lompatan penting dalam diagnosa gangguan mental, karena realitas gejala tidaklah hitam-putih. Namun, tanpa biomarker yang kuat, manual ini tetap terbatas pada observasi klinis dan subjektivitas laporan pasien dan dokter."
Prediksi Kami
Versi baru DSM akan lebih fleksibel dan ilmiah, tetapi biomarker untuk diagnosis objektif kemungkinan baru akan masuk dalam edisi-edisi mendatang, sementara penekanan pada faktor multidimensional dan sosial budaya akan semakin kuat.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan dari DSM?A
Tujuan dari DSM adalah untuk mengklasifikasikan dan memberikan panduan dalam diagnosis gangguan mental.Q
Apa kritik utama terhadap DSM saat ini?A
Kritik utama terhadap DSM adalah bahwa ia tidak menyelidiki penyebab gangguan mental dan tidak mempertimbangkan faktor sosio-kultural dan lingkungan.Q
Apa yang menjadi fokus roadmap APA untuk DSM baru?A
Fokus roadmap APA untuk DSM baru adalah pada dimensionalitas, penyebab gangguan mental, dan dampak terhadap kualitas hidup pasien.Q
Mengapa biomarker penting dalam diagnosis gangguan mental?A
Biomarker penting karena dapat membantu dalam diagnosis objektif gangguan mental meskipun saat ini belum ada metode yang dapat diandalkan.Q
Apa perubahan nama yang akan dilakukan pada DSM?A
Perubahan nama yang akan dilakukan pada DSM adalah menjadi Manual Diagnostik dan Ilmiah.




