TLDR
AI generatif memiliki potensi besar untuk merombak cara kita mengukur kesehatan mental. Desain ulang psikometrik dengan AI harus dilakukan secara sistematis dan hati-hati. Risiko penggunaan AI dalam kesehatan mental harus diatasi dengan langkah-langkah pengawasan yang tepat. Pengukuran kesehatan mental selama ini masih mengandalkan survei dengan pertanyaan pilihan terbatas yang tidak dapat menggambarkan kondisi nyata secara dinamis. Dengan kemajuan AI generatif dan model bahasa besar, kini pengukuran ini bisa dilakukan secara lebih fleksibel dan responsif terhadap jawaban responden.AI mampu menggunakan berbagai interaksi multi-modal seperti tulisan, suara, gambar, dan ekspresi wajah untuk mengumpulkan data kesehatan mental secara lebih kaya dan detail. Hal ini memungkinkan para peneliti memahami lebih jauh kondisi psikologis seseorang dibanding metode konvensional.Meski berpotensi besar, ada risiko AI memberikan saran yang salah atau berbahaya, seperti yang tergambar dalam gugatan terhadap OpenAI. Karena itu, penting untuk membuat pengukuran dengan aturan ketat agar AI hanya mengumpulkan data dan tidak memberikan nasihat klinis yang bisa menimbulkan dampak negatif.Peneliti menyarankan sebuah tahap sistematis dalam pembuatan psikometri dengan AI, dimulai dari pengembangan konstruksi yang jelas, pembuatan prompt pada LLM, validasi hasil, hingga pengujian dan penyempurnaan sosial budaya agar adil dan akurat di semua kelompok demografis.Dengan biaya rendah dan akses yang luas, AI generatif dapat menjadi alat penting untuk memantau kesehatan mental masyarakat secara massal di tingkat lokal, nasional, dan global. Ini membuka jalan untuk desain ulang dan inovasi dalam psikometri untuk meningkatkan kesejahteraan mental umat manusia.