
Courtesy of Forbes
Bahaya Klasifikasi Tunggal AI dalam Memberi Nasihat Kesehatan Mental
Mengedukasi pembaca mengenai risiko penggunaan AI dalam kesehatan mental yang sering mengandalkan klasifikasi tunggal sehingga mengabaikan kompleksitas kondisi mental seseorang, serta mendorong perbaikan dan kesadaran akan pendekatan multidimensional.
18 Jan 2026, 15.15 WIB
10 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI harus diubah untuk mempertimbangkan pendekatan multidimensional dalam saran kesehatan mental.
- Klasifikasi diskrit dalam kesehatan mental dapat menyesatkan dan merugikan individu.
- Perlunya lebih banyak penelitian dan pengembangan untuk memastikan bahwa AI memberikan saran yang tepat dan holistik.
Global - Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan terutama model bahasa besar untuk memberikan nasihat kesehatan mental meningkat pesat. Hal ini dikarenakan kemudahan akses dan biaya yang sangat rendah, memungkinkan jutaan orang berdialog dengan AI kapan saja dan di mana saja. Namun, ada masalah mendasar yang perlu dipahami mengenai bagaimana AI ini menganalisis kondisi mental penggunanya.
Kebanyakan AI cenderung memberikan satu diagnosa tunggal dalam bidang kesehatan mental setelah menerima deskripsi gejala dari pengguna. Misalnya, AI segera menyimpulkan seseorang hanya mengalami depresi, padahal gejala sebenarnya bisa lebih kompleks dan mencakup kecemasan, trauma, serta faktor-faktor lain yang saling berinteraksi secara terus-menerus.
Masalah ini terkait dengan bias yang ada dalam data pelatihan AI yang berasal dari cara manusia menulis dan berpikir. Manusia cenderung menyukai jawaban yang sederhana dan jelas, sehingga AI terlatih untuk memberikan klasifikasi yang diskrit dan cepat tanpa menggali dimensi lain dari kondisi mental. Padahal, dalam dunia medis, klasifikasi yang lebih modern dan presisi menekankan pendampingan kondisi secara kontinu dan multidimensi.
Dalam praktiknya, hal ini berpotensi berbahaya karena bisa membuat pengguna AI merasa bahwa kondisi mentalnya hanya satu macam saja dan mengabaikan kompleksitas aslinya. Ini juga membatasi upaya pengobatan atau perbaikan yang lebih tepat karena fokus AI terlalu sempit. Penulis menekankan bahwa strategi baru diperlukan agar AI dapat memahami dan memberikan nasihat berdasarkan banyak dimensi kejiwaan sekaligus.
Penulis menyimpulkan bahwa ini adalah eksperimen besar dunia terhadap kesehatan mental masyarakat lewat AI yang tersedia secara luas. Ada peluang besar bahwa AI dapat membantu, tapi juga risiko serius bila dibiarkan memberikan klasifikasi terlalu sederhana. Oleh karena itu, kita harus mendesak pengembang AI untuk merancang sistem yang lebih cermat dan multidimensional agar dampak positifnya menjadi nyata.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/18/ai-generated-mental-health-advice-must-shift-from-discrete-classifications-to-continuous-multidimensional-psychological-analyses/
[1] https://www.forbes.com/sites/lanceeliot/2026/01/18/ai-generated-mental-health-advice-must-shift-from-discrete-classifications-to-continuous-multidimensional-psychological-analyses/
Analisis Ahli
Eike Petersen
"Klasifikasi penyakit secara diskrit sering kali tidak mencerminkan kenyataan multidimensional penyakit yang kompleks, sehingga evaluasi berkelanjutan dan kontinu lebih penting dalam kedokteran presisi."
Frank Ursin
"Bias manusia dalam melakukan klasifikasi juga tercermin dalam algoritma AI, mengakibatkan pendekatan yang terlalu sederhana terhadap kondisi medis dan psikologis yang kompleks."
Analisis Kami
"Sebagai seorang ahli, saya melihat bahwa ketergantungan AI pada klasifikasi tunggal sebenarnya lebih mencerminkan kelemahan desain dan data pelatihan daripada batasan teknis. Jika para pembuat AI mau dan mampu, teknologi ini dapat disesuaikan untuk memberikan analisis yang lebih holistik dan realistis, sehingga dapat meningkatkan kualitas dukungan kesehatan mental yang diberikan."
Prediksi Kami
Di masa depan, akan muncul regulasi ketat dan teknologi AI yang lebih canggih yang mengadopsi pendekatan multidimensional dalam analisis kesehatan mental, serta tuntutan hukum yang lebih banyak terhadap penyedia AI karena dampak negatif dari klasifikasi tunggal.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa masalah utama yang dibahas dalam artikel ini?A
Artikel ini membahas isu penggunaan AI dalam memberikan saran kesehatan mental, terutama kecenderungan AI untuk melakukan klasifikasi diskrit.Q
Mengapa AI cenderung melakukan klasifikasi diskrit dalam analisis kesehatan mental?A
AI cenderung melakukan klasifikasi diskrit karena lebih mudah dan murah untuk memproses data dengan cara tersebut, sering mengabaikan nuansa yang lebih kompleks.Q
Apa dampak dari pendekatan klasifikasi diskrit terhadap kesehatan mental individu?A
Pendekatan klasifikasi diskrit dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosis dan mengabaikan faktor-faktor kompleks yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang.Q
Siapa penulis utama yang dibahas dalam artikel terkait dengan klasifikasi penyakit?A
Eike Petersen dan Frank Ursin adalah penulis utama yang membahas klasifikasi penyakit dan pentingnya penilaian berkelanjutan.Q
Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendekatan AI dalam memberikan saran kesehatan mental?A
Penting untuk mengembangkan model AI yang mempertimbangkan pendekatan multidimensional dalam analisis kesehatan mental.




