BrainProbe, AI Taiwan yang Diagnosis Skizofrenia dengan Akurat dan Cepat
Sains
Neurosains and Psikologi
05 Jul 2025
199 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
BrainProbe merupakan alat inovatif yang dapat membantu dalam diagnosa skizofrenia dengan akurasi tinggi.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam bidang psikiatri dapat mengurangi subjektivitas dan meningkatkan deteksi dini gangguan mental.
Tim peneliti berupaya untuk memperluas aplikasi BrainProbe pada berbagai kelompok etnis untuk meningkatkan relevansi dan akurasi diagnosa.
Para peneliti di Taiwan telah mengembangkan sebuah alat kecerdasan buatan bernama BrainProbe yang mampu membantu mendiagnosis skizofrenia dengan akurasi tinggi. Ini merupakan langkah besar karena diagnosis gangguan mental ini selama ini sangat subjektif dan sering kali tidak akurat.
BrainProbe menggunakan teknologi analisis MRI untuk melihat perubahan yang terjadi di otak akibat skizofrenia, termasuk area dalam seperti insula dan lobus temporal, yang sulit dilihat oleh pemeriksaan biasa. Akurasi alat ini mencapai 91,7 persen.
Skizofrenia adalah penyakit yang menyebabkan halusinasi, delusi serta gangguan kognitif, dan diagnosanya biasanya berdasarkan gejala yang dilaporkan serta observasi dokter, sehingga diagnosis bisa sering terlambat dan salah.
Alat AI ini juga bisa memonitor perubahan struktur otak seiring waktu dan memprediksi usia otak, sehingga tidak hanya membantu diagnosis tapi juga pemantauan perkembangan penyakit. Saat ini masih dalam uji klinis dan menunggu izin resmi.
Para peneliti berharap BrainProbe bisa digunakan secara luas di berbagai negara dengan memasukkan data dari berbagai populasi untuk memastikan efektivitas alat ini dalam mendukung diagnosis dan perawatan skizofrenia yang lebih baik.
Analisis Ahli
Albert Yang
BrainProbe akan membuka jalan bagi pendekatan objektif di bidang psikiatri dengan kemampuan mendeteksi perubahan otak secara akurat dan memantau perkembangan penyakit.
