Masa Depan DSM: Panduan Baru Diagnosis Gangguan Mental Lebih Ilmiah dan Inklusif
Courtesy of NatureMagazine

Masa Depan DSM: Panduan Baru Diagnosis Gangguan Mental Lebih Ilmiah dan Inklusif

Mengembangkan versi baru DSM yang lebih inklusif, ilmiah, dan pragmatis secara klinis dengan fokus pada penyebab biologis, budaya, dan lingkungan serta mengadopsi pendekatan dimensional dalam diagnosis gangguan jiwa.

03 Feb 2026, 07.00 WIB
74 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • APA sedang merencanakan versi baru dari DSM yang akan lebih inklusif dan berdasarkan sains.
  • Ada penekanan pada pentingnya dimensi dalam diagnosis gangguan mental.
  • Penelitian biomarker menjadi fokus untuk pengembangan diagnosis masa depan meskipun saat ini belum ada metode yang dapat diandalkan.
Washington DC, Amerika Serikat - Buku panduan DSM saat ini sering dikritik karena hanya memfokuskan pada gejala tanpa menjelaskan penyebab gangguan mental atau mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan. Karena penyakit mental memengaruhi banyak orang, penting untuk memiliki panduan diagnosis yang akurat dan bisa dipahami oleh profesional maupun masyarakat luas.
Organisasi Psikiatri Amerika (APA) kini sedang merencanakan versi baru DSM untuk menggantikan DSM-5 yang diterbitkan pada 2013. Versi baru ini akan menonjolkan konsep dimensi diagnosis, yang berarti gangguan mental tidak lagi dikategorikan secara kaku, tetapi dilihat sebagai derajat atau spektrum gejala.
Salah satu perubahan penting adalah rencana mengganti nama DSM menjadi Diagnostic and Scientific Manual untuk menekankan aspek ilmiah dan bukan hanya statistik. Manual ini juga akan memasukkan fokus baru pada penyebab biologis, budaya, dan lingkungan serta bagaimana gangguan mental memengaruhi kualitas hidup pasien.
Sejauh ini belum ada biomarker yang dapat digunakan secara pasti untuk diagnosis gangguan mental, seperti lewat tes darah atau pemindaian otak. Namun, para ahli di APA mulai menyiapkan roadmap supaya biomarker dapat dimasukkan ke dalam panduan di masa depan ketika sudah ada bukti ilmiah yang cukup kuat.
Mandat utama DSM baru adalah menyediakan panduan yang tidak hanya dipakai tenaga kesehatan mental, tetapi juga bisa membantu edukasi masyarakat dan membantu para aktivis dalam mendapatkan perhatian dan dana untuk kesehatan mental di masa mendatang.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00283-8

Analisis Ahli

Marketa Wills
"Kami ingin terus meningkatkan standar diagnosis dengan tetap berlandaskan pada ilmu pengetahuan yang kuat."
Maria Aquendo
"Tujuan utama adalah membuat manual yang pragmatis secara klinis, ilmiah, inklusif, dan mudah beradaptasi."
Anissa Abi-Dargham
"Meski dalam versi baru biomarker mungkin belum masuk, kami mulai merintis roadmap untuk memasukkannya ketika tersedia."

Analisis Kami

"Pengembangan DSM yang lebih ilmiah dan inklusif sangat penting untuk memperbaiki diagnosis dan pengobatan gangguan mental yang selama ini terlalu bergantung pada kriteria gejala saja. Namun, tantangan terbesar tetap pada validasi biomarker yang reliable, sehingga kemajuan riset dan integrasi data interdisipliner harus dipercepat agar manual ini benar-benar revolusioner."

Prediksi Kami

Versi baru DSM kemungkinan akan lebih fleksibel dalam diagnosis dengan model spektrum, dan meskipun belum mengintegrasikan biomarker secara luas, akan mendorong penelitian ilmiah lebih lanjut untuk temuan biologis pada gangguan mental.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan utama dari DSM?
A
Tujuan utama dari DSM adalah untuk memberikan panduan bagi para profesional kesehatan mental dalam mendiagnosis dan mengklasifikasikan gangguan mental.
Q
Siapa yang menerbitkan DSM?
A
DSM diterbitkan oleh American Psychiatric Association (APA).
Q
Apa yang menjadi fokus baru dalam pengembangan DSM yang akan datang?
A
Fokus baru dalam pengembangan DSM yang akan datang adalah pada dimensi diagnosis, penyebab gangguan mental, dan bagaimana kualitas hidup pasien terpengaruh.
Q
Apa yang dimaksud dengan dimensi dalam konteks diagnosis gangguan mental?
A
Dimensi dalam konteks diagnosis gangguan mental merujuk pada ide bahwa diagnosis tidak seharusnya tetap dalam kategori yang terpisah, tetapi beroperasi dalam skala gejala yang dibagikan.
Q
Mengapa biomarker penting untuk penelitian gangguan mental?
A
Biomarker penting untuk penelitian gangguan mental karena dapat membantu dalam mendiagnosis dan memahami kondisi secara lebih objektif ketika tersedia.