Zona Megathrust Indonesia Menyimpan Energi Besar, Waspadai Gempa Dahsyat
Sains
Iklim dan Lingkungan
31 Jan 2026
82 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pentingnya pemantauan jangka panjang untuk mitigasi bencana gempa di Indonesia.
Zona megathrust di Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan gempa besar.
Fenomena pergeseran lambat dapat menjadi indikator awal terjadinya gempa besar.
Data terbaru dari pemutakhiran seismik nasional Indonesia mengungkap adanya akumulasi energi besar di zona megathrust yang sebelumnya kurang aktif. Studi ini melibatkan pakar kegempaan dari Jepang, termasuk Profesor Kosuke Heki yang berpendapat bahwa Indonesia mirip dengan zona Nankai Trough, kawasan gempa aktif di Jepang.
Profesor Heki menekankan pentingnya pemantauan jangka panjang terhadap deformasi kerak bumi menggunakan teknologi GNSS dan pengukuran geodesi dasar laut. Ia menyebut bahwa tegangan di sepanjang palung subduksi terus bertambah dan akan memicu gempa besar berikutnya.
Fenomena slow slip event atau pergeseran lambat yang sering terjadi sebelum gempa besar juga menjadi perhatian karena dapat menjadi indikator awal gempa. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pemantauan serupa di banyak zona subduksi aktif seperti Sumatra, Jawa, Bali, dan Maluku.
Peta terbaru menunjukkan bahwa zona Megathrust Aceh-Andaman punya potensi gempa terbesar dengan magnitudo 9,2, diikuti oleh Megathrust Jawa dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,1. BMKG juga menyoroti dua zona megathrust lain yang masih belum melepaskan energi besar dan termasuk kondisi seismic gap.
BMKG menjelaskan bahwa istilah 'menunggu waktu' mengacu pada akumulasi energi yang tersimpan lama, bukan prediksi pasti kapan gempa terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan pemerintah perlu memperkuat sistem pemantauan untuk mitigasi bencana yang lebih efektif.
Analisis Ahli
Kosuke Heki
Pemantauan deformasi jangka panjang dengan GNSS dan pengukuran dasar laut adalah kunci untuk memahami mekanisme gempa megathrust dan mengantisipasi gempa besar berikutnya.

