Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peta Bahaya Gempa 2024: Indonesia Punya 14 Zona Megathrust Berisiko Tinggi

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
14 Des 2025
60 dibaca
2 menit
Peta Bahaya Gempa 2024: Indonesia Punya 14 Zona Megathrust Berisiko Tinggi

Rangkuman 15 Detik

Peta terbaru menunjukkan peningkatan potensi ancaman gempa bumi di Indonesia.
Zona megathrust Aceh-Andaman berpotensi mengalami gempa dengan magnitudo maksimal 9,2.
BMKG mengingatkan bahwa meskipun ada potensi besar, tidak ada yang dapat meramalkan kapan gempa akan terjadi.
Indonesia baru saja memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa untuk tahun 2024, yang menunjukkan peningkatan risiko gempa di beberapa wilayah. Peta ini kini mencantumkan 14 zona megathrust, bertambah satu zona dari versi sebelumnya yang dirilis tahun 2017. Perubahan ini berdasarkan data geologi dan seismik terbaru yang lebih lengkap dan detail. Salah satu zona megathrust yang paling disorot adalah Aceh-Andaman, yang berpotensi menghasilkan gempa hingga magnitudo 9,2, salah satu yang terbesar di Indonesia. Zona ini disusul oleh zona megathrust di Jawa dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,1, serta beberapa zona lain seperti Enggano dan Mentawai-Pagai yang berpotensi gempa hingga 8,9. Iswandi Imran, anggota AIPI dan guru besar ITB, menjelaskan bahwa kontur bahaya gempa di peta 2024 menjadi lebih rapat, mengindikasikan peningkatan potensi kegempaan. Hal ini mengharuskan masyarakat dan pemerintah memperhatikan daerah yang berisiko lebih tinggi dari sebelumnya. BMKG juga menyoroti dua zona megathrust yang disebut seismic gap, yaitu Selat Sunda dan Mentawai-Siberut. Zona ini dianggap menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi gempa, namun BMKG menegaskan tidak ada yang bisa memprediksi waktu pastinya gempa tersebut terjadi. Pesan utama dari pembaruan peta ini adalah pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan. BMKG menegaskan bahwa informasi ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi sebagai panduan bagi semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi gempa dan risiko tsunami di masa depan.

Analisis Ahli

Iswandi Imran
Peta tahun 2024 menunjukkan peningkatan bahaya gempa dengan kontur yang lebih rapat, menandakan risiko yang lebih tinggi di beberapa wilayah penting di Indonesia.