
Courtesy of Forbes
Persaingan Ketat dan Regulasi Sulit, Tantangan Besar Industri Mobil Eropa 2026
Menginformasikan tantangan dan dinamika yang dihadapi produsen mobil Eropa di tahun 2026, khususnya terkait persaingan dengan produsen China dan regulasi emisi Eropa yang baru, serta memberikan gambaran mengenai strategi dan prediksi masa depan pasar otomotif Eropa.
29 Jan 2026, 21.32 WIB
229 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pabrikan Eropa harus beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi persaingan dari produsen mobil Tiongkok.
- Regulasi emisi yang ketat dapat memberikan tantangan tambahan bagi industri otomotif Eropa.
- Pertumbuhan penjualan mobil listrik harus meningkat secara signifikan untuk mencapai target yang ditetapkan oleh Uni Eropa.
Eropa - Tahun 2026 diprediksi sebagai tahun penuh tantangan bagi produsen mobil di Eropa. Pasar masih belum pulih ke tingkat sebelum pandemi Covid, sementara tekanan dari regulasi emisi yang ketat membuat produsen kesulitan menyesuaikan strategi bisnisnya. Di saat yang sama, hadirnya produsen mobil listrik asal China dengan produk kompetitif dan harga bersaing mulai menggerus pangsa pasar produsen Eropa.
Salah satu produsen terbesar, Volkswagen, masih memimpin pasar Eropa dengan penjualan yang sedikit meningkat, sementara Stellantis mengalami penurunan dan menghadapi tekanan untuk melakukan restrukturisasi dan mungkin merger demi meningkatkan efisiensi. Pasar mobil listrik di Uni Eropa juga meningkat, tetapi target peningkatan penjualan yang ambisius masih jauh dari jangkauan, sehingga semua pihak perlu bergerak cepat.
Produsen mobil China seperti SAIC dan BYD menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa di pasar Eropa, khususnya di segmen mobil listrik. Mereka mulai dianggap sebagai pesaing serius yang dapat mengancam dominasi merek-merek Eropa. Namun, beberapa analis masih meragukan kejayaan mereka akan berlanjut tanpa solusi masalah kepemilikan, keandalan, dan suku cadang yang memadai.
Di sisi regulasi, Uni Eropa mengusulkan kelonggaran aturan emisi karbon yang dirancang untuk memberikan ruang bagi teknologi hibrida dan mesin pembakaran dalam sampai sekitar 2035. Meskipun demikian, masih ada pertentangan mengenai kebijakan teknologi yang terlalu membatasi dan memicu perdebatan sengit di Parlemen Eropa mengenai masa depan industri otomotif di benua tersebut.
Beberapa analis dan bank investasi memandang 2026 sebagai tahun transisi dengan harapan laba akan kembali untuk para produsen mobil Eropa akibat peluncuran produk baru dan efisiensi biaya. Namun, keberhasilan ini sangat bergantung pada kemampuan mereka melawan tekanan kompetitif dari pemain China yang makin kuat dan mengadopsi inovasi lebih cepat dari masa lalu.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/neilwinton/2026/01/29/european-auto-makers-face-tough-2026-tests-as-china-accelerates/
[1] https://www.forbes.com/sites/neilwinton/2026/01/29/european-auto-makers-face-tough-2026-tests-as-china-accelerates/
Analisis Ahli
Steve Young
"Kesuksesan awal produsen China di Eropa sangat menjanjikan tetapi tidak menjamin keberlanjutan karena tantangan seperti keandalan dan nilai jual kembali. Pabrikan Eropa memiliki peluang untuk bangkit kembali lewat siklus pengembangan produk yang lebih cepat dan teknologi yang meningkat."
Schmidt Automotive Research
"Pertumbuhan pesat produsen mobil China pada akhir 2025 sebagian besar dipicu oleh kondisi khusus, namun pertumbuhan tersebut masih akan kuat dengan angka pertumbuhan dua digit menurun dari tingkat tiga digit tahun sebelumnya."
Berenberg Bank
"Tahun 2026 akan menjadi masa transisi dengan potensi kenaikan pendapatan pertama dalam tiga tahun lewat peluncuran produk baru dan pelonggaran regulasi yang memperpanjang penjualan kendaraan berbahan bakar internal serta hibrida."
Analisis Kami
"Industri otomotif Eropa harus segera mempercepat inovasi dan efisiensi biaya jika ingin bertahan di tengah gelombang produk China yang agresif dan murah. Regulasi emisi yang masih abu-abu bisa menjadi pedang bermata dua, menuntut dialog yang lebih konstruktif antara pembuat kebijakan dan industri agar solusi yang adil dan realistis dapat tercapai."
Prediksi Kami
Persaingan pasar akan semakin ketat dengan penetrasi pasar yang semakin dalam oleh produsen mobil China, yang memicu konsolidasi dan restrukturisasi besar-besaran di industri otomotif Eropa selama beberapa tahun ke depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tantangan utama yang dihadapi pabrikan mobil Eropa di tahun 2026?A
Pabrikan mobil Eropa menghadapi tantangan dari pasar yang lemah, kurangnya profitabilitas, regulasi emisi yang tidak pasti, dan persaingan dari produsen mobil Tiongkok.Q
Bagaimana penjualan mobil listrik di Eropa pada tahun 2025?A
Penjualan mobil listrik mencapai hampir 20% dari pasar Uni Eropa pada tahun 2025, tetapi targetnya adalah 80% pada tahun 2030.Q
Apa dampak dari regulasi emisi yang diusulkan oleh Uni Eropa?A
Regulasi emisi yang diusulkan dapat memberikan insentif bagi pabrikan untuk mencapai target nol emisi pada tahun 2035, tetapi tidak cukup untuk memenuhi semua permintaan industri.Q
Siapa saja produsen mobil Tiongkok yang bersaing di pasar Eropa?A
Produsen mobil Tiongkok seperti BYD, SAIC, dan Chery bersaing di pasar Eropa dengan menawarkan berbagai jenis kendaraan termasuk mobil listrik.Q
Apa yang diharapkan oleh analis untuk pertumbuhan produsen mobil Tiongkok ke depan?A
Analis memperkirakan bahwa pertumbuhan produsen mobil Tiongkok akan tetap kuat, meskipun ada kekhawatiran tentang pengalaman kepemilikan dan kualitas kendaraan mereka.




