Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Mobil Eropa Stagnan 2026, Tantangan Berat dari Mobil Listrik China

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (4mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (4mo ago)
21 Nov 2025
29 dibaca
2 menit
Pasar Mobil Eropa Stagnan 2026, Tantangan Berat dari Mobil Listrik China

Rangkuman 15 Detik

Pasar mobil Eropa menghadapi stagnasi dengan ancaman kompetisi dari produsen mobil China.
Profitabilitas produsen mobil Eropa terpengaruh oleh berbagai faktor eksternal dan internal.
Investasi dalam teknologi mobil listrik dan kolaborasi antara produsen akan menjadi kunci untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif.
Penjualan mobil di Eropa diperkirakan akan tetap stagnan pada tahun 2026 karena persaingan sengit dari produsen mobil China yang agresif dalam segmen kendaraan listrik (EV) dan usaha para produsen Eropa untuk memperbaiki profitabilitas yang menurun. Produsen China terus memenangkan pasar dengan produk EV yang kompetitif dan biaya sekitar 30% lebih rendah dibandingkan produsen Eropa. Hal ini membuat pabrikan Eropa sulit meningkatkan keuntungan di pasar yang terbatas dan penuh tekanan harga. Pada tahun 2025, industri otomotif Eropa mengalami penurunan laba yang signifikan karena tarif Amerika Serikat, menurunnya permintaan dari China, dan persaingan ketat dari produsen China di Eropa. Produksi dan margin laba dari banyak merek besar seperti Volkswagen, Stellantis, dan Mercedes mengalami tekanan berat yang mengharuskan mereka memberikan peringatan laba. Rata-rata laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) otomotif global juga turun dari 7,8% menjadi 5,5% pada tiga kuartal pertama tahun 2025. Namun, ada harapan pemulihan laba di tahun 2026 berkat subsidi EV sebesar €3 miliar dari Jerman dan peluncuran produk baru dari berbagai merek Eropa. Mercedes, Volkswagen, Stellantis, dan merek lain berencana meluncurkan sejumlah model EV dan kendaraan hibrida yang lebih kecil dan kompetitif untuk menarik minat konsumen lokal yang selama ini loyal pada merek Eropa. Pemerintah juga menghilangkan hambatan yang mengganggu produksi chip, yang sebelumnya sempat mengancam kelangsungan produksi kendaraan. Sementara itu, produsen mobil China juga mulai membangun pabrik di beberapa negara Eropa seperti Hungaria, Turki, dan Spanyol untuk mengatasi tarif dan meningkatkan kepercayaan konsumen lokal. BYD dan Chery adalah contoh perusahaan China yang sudah membuka pabrik di Eropa. Langkah ini diperkirakan akan memperkuat daya saing mereka dan semakin menambah tantangan bagi pabrikan Eropa. Meski angka penjualan di Eropa terlihat besar sekitar 11,5 juta unit, angka ini masih jauh di bawah penjualan sebelum pandemi Covid yang mencapai hampir 16 juta unit per tahun. Situasi ini menunjukkan tantangan besar bagi industri otomotif Eropa yang harus terus beradaptasi dengan teknologi baru dan tekanan persaingan global. Hanya perusahaan yang mampu memadukan efisiensi operasional, fleksibilitas biaya, dan investasi strategis di bidang elektrifikasi dan teknologi otonom yang diprediksi akan bertahan di masa depan.

Analisis Ahli

Stefan Bratzel
Produsen harus fokus pada efisiensi operasional, fleksibilitas biaya, dan investasi strategis pada elektrifikasi, perangkat lunak, serta teknologi mengemudi otomatis agar bisa bertahan di pasar yang kompetitif dan menantang ini.