China Akhirnya Terima Chip AI Nvidia H200, Tanda Baru Hubungan AS-China
Courtesy of CNBCIndonesia

China Akhirnya Terima Chip AI Nvidia H200, Tanda Baru Hubungan AS-China

Menginformasikan perubahan signifikan dalam hubungan teknologi AS-China, khususnya terkait keputusan China menerima impor chip AI tercanggih Nvidia H200, yang menandai penyesuaian strategi China dalam memenuhi kebutuhan pengembangan AI domestik tanpa kehilangan akses teknologi penting dari AS.

28 Jan 2026, 17.10 WIB
139 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China akhirnya menyetujui impor chip H200 untuk mendukung pengembangan AI.
  • Nvidia berperan penting dalam penyediaan chip AI yang canggih di pasar global.
  • Hubungan antara AS dan China dalam sektor teknologi masih sangat dinamis dan penuh tantangan.
Jakarta, Indonesia - Hubungan teknologi antara Amerika Serikat dan China sudah lama tegang, khususnya terkait akses chip kecerdasan buatan (AI). AS melalui pemerintahan Trump dan Biden terus-menerus melarang ekspor chip AI tercanggih ke China demi menjaga keunggulan teknologi mereka.
China tidak tinggal diam dan mencoba mengembangkan chip AI sendiri agar tidak tergantung AS. Namun kemampuan chip lokal China, meskipun sudah berkembang, masih belum sebanding dengan chip tercanggih Nvidia H200 asal Amerika Serikat.
Baru-baru ini, terjadi perubahan penting dimana China menyetujui untuk menerima impor chip Nvidia tipe H200 yang sebelumnya dilarang. Impor ini diperkirakan mencapai ratusan ribu chip untuk memenuhi kebutuhan tiga perusahaan internet besar di China.
Keputusan ini berbarengan dengan kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang, ke China sebagai bagian dari langkah diplomasi teknologi. Meski kini China membuka pintu untuk chip ini, mereka masih berusaha meningkatkan teknologi chip AI dalam negeri agar bisa bersaing.
Persetujuan chip H200 ini menandai tahap baru dalam rivalitas dan kerjasama teknologi antara AS dan China, serta mencerminkan kebutuhan praktis China dalam mempercepat pengembangan AI di tengah kompetisi global yang ketat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260128140709-37-706040/xi-jinping-menyerah-akhirnya-pasrah-china-diserbu-amerika

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Penerimaan chip Nvidia oleh China menandakan pengakuan penting terhadap superioritas teknologi AS dan menunjukkan bahwa skenario teknologi yang benar-benar terpisah antara dua negara besar itu masih sulit terwujud sepenuhnya."
Kai-Fu Lee
"China tetap fokus untuk mempercepat pengembangan chip lokal, namun pembukaan akses ini merupakan langkah realistis yang memberi perusahaan China kemampuan untuk bersaing secara global di AI."
Cathy O'Neil
"Menerima chip tercanggih dari AS bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal dinamika politik dan ekonomi yang saling bergantung, yang akan terus mempengaruhi inovasi AI global."

Analisis Kami

"Keputusan China menerima chip H200 menunjukkan pragmatisme dalam menghadapi keterbatasan teknologi domestik, meskipun ambisi mandiri tetap ada. Ini juga menandai bahwa perang teknologi AS-China mulai mereda dan membuka peluang kolaborasi di sektor AI yang sangat strategis."

Prediksi Kami

Ke depannya, China akan terus mengimpor chip AI tercanggih dari AS sambil berupaya meningkatkan kemampuan produksi chip lokal agar dapat bersaing, menandai fase baru kerjasama teknologi sekaligus ketergantungan yang tetap ada.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan impor chip H200 ke China?
A
China akhirnya menerima impor chip H200 buatan Nvidia setelah sebelumnya menolak.
Q
Siapa yang memproduksi chip H200?
A
Chip H200 diproduksi oleh Nvidia, sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Q
Apa tujuan utama China dalam menerima chip H200?
A
Tujuan utama China dalam menerima chip H200 adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan AI dengan pengembangan chip domestik.
Q
Mengapa Trump memberikan izin ekspor chip H200 ke China?
A
Trump memberikan izin ekspor chip H200 ke China dengan syarat pungutan 25% untuk setiap penjualan.
Q
Apa dampak dari keputusan ini terhadap perusahaan teknologi di China?
A
Keputusan ini dapat meningkatkan daya saing perusahaan teknologi di China terhadap kompetitor dari AS.