TikTok AS Harus Pisahkan Algoritma, Tantangan Keamanan Nasional AS 2026
Courtesy of CNBCIndonesia

TikTok AS Harus Pisahkan Algoritma, Tantangan Keamanan Nasional AS 2026

Memberikan informasi mengenai langkah dan kesepakatan terbaru untuk mengatasi kekhawatiran soal keamanan nasional terkait pengelolaan algoritma TikTok di Amerika Serikat setelah investasi senilai 14 miliar dolar dari investor AS.

23 Jan 2026, 16.00 WIB
69 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kesepakatan baru antara investor AS dan TikTok bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran tentang keamanan nasional.
  • Algoritma TikTok versi Amerika akan dilatih dan diperbarui oleh pemilik baru berdasarkan data pengguna di AS.
  • Pemblokiran TikTok di perangkat pemerintah tetap berlaku meskipun ada kesepakatan baru mengenai pengalihan kepemilikan.
Jakarta, Indonesia - TikTok baru saja mengumumkan perubahan signifikan setelah investor Amerika Serikat menyepakati dana sebesar 14 miliar dolar untuk mendapatkan kendali atas aplikasi ini di negara tersebut. Perubahan ini terutama terkait dengan algoritma TikTok yang sebelumnya dianggap menjadi celah penyebaran propaganda dari China, sehingga mengundang kekhawatiran keamanan nasional di AS.
Sesuai undang-undang yang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 2024, perusahaan induk TikTok, ByteDance, diharuskan memisahkan versi Amerika dari aplikasi TikTok global yang masih dikelola oleh ByteDance. Algoritma untuk TikTok versi Amerika diklaim akan dilatih dan dikembangkan ulang oleh pemilik baru berdasarkan data pengguna AS, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko keamanan.
Namun, masih ada ketidakjelasan apakah langkah pemisahan ini sudah mematuhi undang-undang yang mengatur larangan kolaborasi algoritma antara ByteDance dan TikTok versi Amerika. Beberapa ahli, termasuk mantan direktur Badan Keamanan Siber AS, Chris Krebs, mempertanyakan apakah lisensi algoritma dari ByteDance masih memberikan pengaruh pada TikTok AS dan apakah hal tersebut benar-benar menghilangkan resiko keamanan.
Selain itu, ada juga problematika seputar larangan penggunaan TikTok di perangkat pemerintah yang sudah berlaku sejak tahun 2022 setelah ditetapkannya undang-undang larangan oleh Presiden Joe Biden. Larangan ini diberlakukan di banyak negara bagian dan kemungkinan besar akan tetap berlaku karena hukum federal tidak bisa dibatalkan secara sepihak oleh presiden tanpa aturan baru.
Kesepakatan yang ada saat ini memang mendapat dukungan dari pejabat Gedung Putih yang percaya bisa mengurangi kekhawatiran kongres terkait pengaruh pemerintah China terhadap data pengguna TikTok AS. Namun, publik dan legislatif masih menunggu transparansi lebih lanjut dari TikTok terkait detil kesepakatan dan langkah nyata pemenuhan aturan keamanan nasional.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260123151503-37-704799/satu-hal-yang-tetap-dikuasai-china-setelah-serahkan-tiktok-ke-amerika

Analisis Ahli

Chris Krebs
"Jika algoritma masih dilisensikan oleh ByteDance, maka perusahaan China ini tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap apa yang ditampilkan kepada 170 juta pengguna TikTok versi AS."

Analisis Kami

"Meskipun langkah pemisahan algoritma ini menunjukkan kemajuan, masih ada risiko subtansial karena ByteDance tetap punya andil dalam proses lisensi yang bisa memengaruhi keamanan data. Perlu pengawasan ketat dan transparansi agar benar-benar terhindar dari campur tangan asing dalam platform yang sangat populer ini."

Prediksi Kami

Kedepannya akan ada pengawasan lebih ketat dari pemerintah AS terhadap TikTok dan perusahaan induknya, serta kemungkinan berlanjutnya pembatasan penggunaan aplikasi ini pada perangkat pemerintah sampai ada aturan baru yang membatalkan larangan tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi perhatian utama mengenai algoritma TikTok?
A
Algoritma TikTok menjadi perhatian karena dianggap sebagai celah untuk penyebaran propaganda Tiongkok.
Q
Apa yang diharuskan oleh undang-undang baru yang disahkan oleh kongres AS?
A
Undang-undang baru mengharuskan ByteDance untuk memisahkan aplikasi TikTok dari versi Amerika.
Q
Siapa yang memiliki pengaruh terhadap pengguna TikTok versi AS setelah kesepakatan baru?
A
Setelah kesepakatan baru, ByteDance hanya memiliki 20% kepemilikan TikTok versi AS, sehingga pengaruhnya terhadap pengguna berkurang.
Q
Apa dampak dari kesepakatan baru ini terhadap pemblokiran TikTok di perangkat pemerintah?
A
Kesepakatan baru ini tidak serta merta membatalkan pemblokiran TikTok di perangkat pemerintah, yang masih berlaku.
Q
Siapa Chris Krebs dan apa pandangannya mengenai masalah TikTok?
A
Chris Krebs adalah mantan direktur Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Federal yang mengkhawatirkan pengaruh ByteDance pada TikTok versi AS.