AI summary
Pemerintah AS mengancam untuk memblokir TikTok jika tidak ada kesepakatan dengan China. Kontrol penuh atas algoritma TikTok menjadi fokus utama dalam negosiasi antara AS dan China. Ketegangan dalam hubungan AS dan China mempengaruhi nasib operasional TikTok di AS. Pemerintah Amerika Serikat semakin menekan China terkait nasib aplikasi TikTok yang sangat populer di AS dengan 170 juta pengguna. Mereka ingin TikTok dijual ke perusahaan Amerika agar data dan teknologi bisa sepenuhnya dikendalikan oleh pihak AS demi menjaga keamanan nasional.Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS, menyatakan bahwa jika China tidak menyetujui kesepakatan penjualan TikTok kepada entitas AS, maka TikTok harus berhenti beroperasi di Amerika Serikat. AS ingin memiliki kontrol penuh atas algoritma yang digunakan TikTok.Presiden Donald Trump sebelumnya telah memperpanjang batas waktu hukum untuk pelaksanaan aturan atas TikTok hingga September 2025, menandakan belum ada kesepakatan yang tercapai antara kedua negara terkait hal ini.Negosiasi sempat terganggu akibat perang tarif tinggi yang dicanangkan Trump terhadap produk China, sehingga kesepakatan pemisahan TikTok yang sudah dirancang mengalami kebuntuan.Aturan baru dari pemerintahan Joe Biden mewajibkan ByteDance melakukan divestasi atas TikTok di AS. Jika ByteDance menolak, maka AS akan memblokir TikTok secara permanen sebagai langkah menjaga data warga AS tetap aman dari pengaruh asing.
Sikap tegas AS ini mencerminkan ketakutan yang mendalam terhadap pengaruh China dalam dunia digital dan data pengguna. Namun, pendekatan keras ini juga bisa memicu eskalasi konflik teknologi yang merugikan kedua negara dan pengguna global TikTok.