AS Ancaman Serius Blokir TikTok Jika China Tolak Jual Operasi ke AS
Teknologi
Keamanan Siber
25 Jul 2025
270 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Pemerintah AS mengancam untuk memblokir TikTok jika tidak ada kesepakatan dengan China.
Kontrol penuh atas algoritma TikTok menjadi fokus utama dalam negosiasi antara AS dan China.
Ketegangan dalam hubungan AS dan China mempengaruhi nasib operasional TikTok di AS.
Pemerintah Amerika Serikat semakin menekan China terkait nasib aplikasi TikTok yang sangat populer di AS dengan 170 juta pengguna. Mereka ingin TikTok dijual ke perusahaan Amerika agar data dan teknologi bisa sepenuhnya dikendalikan oleh pihak AS demi menjaga keamanan nasional.
Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS, menyatakan bahwa jika China tidak menyetujui kesepakatan penjualan TikTok kepada entitas AS, maka TikTok harus berhenti beroperasi di Amerika Serikat. AS ingin memiliki kontrol penuh atas algoritma yang digunakan TikTok.
Presiden Donald Trump sebelumnya telah memperpanjang batas waktu hukum untuk pelaksanaan aturan atas TikTok hingga September 2025, menandakan belum ada kesepakatan yang tercapai antara kedua negara terkait hal ini.
Negosiasi sempat terganggu akibat perang tarif tinggi yang dicanangkan Trump terhadap produk China, sehingga kesepakatan pemisahan TikTok yang sudah dirancang mengalami kebuntuan.
Aturan baru dari pemerintahan Joe Biden mewajibkan ByteDance melakukan divestasi atas TikTok di AS. Jika ByteDance menolak, maka AS akan memblokir TikTok secara permanen sebagai langkah menjaga data warga AS tetap aman dari pengaruh asing.
Analisis Ahli
dr. Muhammad Amin (Ahli Keamanan Siber)
Keputusan AS untuk mengontrol algoritma TikTok adalah langkah penting demi melindungi data pengguna dan keamanan nasional. Namun, tanpa kerja sama internasional yang baik, solusi satu sisi ini bisa berdampak buruk pada inovasi dan perkembangan teknologi global.