AI summary
Pemerintah AS menginginkan TikTok agar beralih ke kepemilikan Amerika demi alasan keamanan nasional. Negosiasi antara AS dan China terkait TikTok masih berlangsung tanpa kesepakatan yang jelas. Pernyataan dari Menteri Perdagangan menunjukkan sikap ambivalen Trump terhadap TikTok meskipun ia menyukai aplikasi tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan keinginannya agar aplikasi TikTok milik China segera dialihkan kepemilikannya ke perusahaan Amerika. Trump menyukai TikTok karena aplikasi ini digunakan oleh generasi muda untuk berkomunikasi dengan cara yang unik dan menarik.Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa meski Presiden positif terhadap TikTok, kepemilikan aplikasi tersebut harus berpindah tangan ke Amerika demi alasan keamanan nasional. Hal ini untuk memastikan bahwa teknologi dan algoritma yang digunakan juga milik Amerika.Jika kesepakatan kepemilikan antara AS dan China tidak tercapai, pemerintah AS berencana memblokir TikTok secara permanen dari pasar Amerika. Ini untuk mencegah pengaruh perusahaan China di lebih dari 100 juta ponsel warga Amerika.Trump sudah beberapa kali memperpanjang batas waktu yang diberikan bagi ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk menjual aplikasi tersebut agar kepemilikannya berpindah ke entitas Amerika. Batas waktu terakhir adalah tanggal 17 September 2025.Negosiasi antara AS dan China terkait masa depan TikTok cukup rumit karena adanya ketegangan dagang antara kedua negara. Konflik ini menambah tekanan pada ByteDance untuk segera menyelesaikan masalah kepemilikan TikTok.
Kebijakan keras AS terhadap TikTok mencerminkan ketakutan besar terkait pengaruh teknologi China yang berkembang pesat, yang juga menjadi simbol konflik geopolitik yang lebih luas. Namun, upaya memaksa perpindahan teknologi dan algoritma inti secara tiba-tiba bisa berdampak negatif pada inovasi dan kepercayaan pasar, bukan hanya bagi TikTok tapi juga ekosistem digital global.