Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

ByteDance dan Oracle Dirikan Perusahaan Patungan TikTok di AS Dengan Saham Baru

Teknologi
Keamanan Siber
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
19 Des 2025
252 dibaca
2 menit
ByteDance dan Oracle Dirikan Perusahaan Patungan TikTok di AS Dengan Saham Baru

Rangkuman 15 Detik

ByteDance telah mencapai kesepakatan untuk mendirikan perusahaan baru yang akan mengelola TikTok di AS.
Oracle dan beberapa investor baru akan memiliki sebagian besar saham perusahaan tersebut.
Ada ketidakpastian mengenai kepemilikan algoritma TikTok yang masih perlu dijelaskan.
TikTok, aplikasi video pendek yang sangat populer di Amerika Serikat dengan lebih dari 170 juta pengguna, telah menghadapi ancaman pemblokiran oleh pemerintah AS sejak tahun 2020. Hal ini dikarenakan kekhawatiran atas keamanan data pengguna dan pengaruh perusahaan induknya, ByteDance, yang berasal dari China. Untuk menjaga agar TikTok tetap bisa beroperasi di pasar AS, ByteDance menandatangani sebuah kesepakatan penting dengan Oracle, sebuah perusahaan teknologi cloud asal AS, dan beberapa investor lainnya termasuk Silver Lake dan MGX dari Arab Saudi. Kesepakatan ini akan membentuk perusahaan patungan baru yang akan mengelola TikTok di Amerika Serikat. Perusahaan patungan ini akan memiliki kontrol penuh atas berbagai aspek penting seperti pelindungan data pengguna, keamanan algoritma, moderasi konten, dan pemantauan software di AS. ByteDance sendiri akan memiliki porsi saham sebesar 19,9 persen sementara sisanya dimiliki oleh investor baru dari AS dan global. Namun, masih ada satu hal yang cukup krusial dan belum mendapat kejelasan, yaitu kepemilikan dan kontrol atas algoritma TikTok. Ada keraguan apakah algoritma akan dialihkan ke perusahaan patungan ini atau akan tetap dikuasai oleh pihak di Beijing, hal ini menjadi sumber kekhawatiran keamanan bagi pemerintah AS. Kesepakatan ini menandai akhir dari ketidakpastian yang lama soal keberadaan TikTok di AS dan menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi dan pemerintah bisa bekerja sama untuk memecahkan masalah keamanan dan bisnis di era digital yang kompleks.

Analisis Ahli

Rush Doshi
Belum ada kejelasan apakah algoritma TikTok akan ditransfer atau tetap dikendalikan oleh Beijing, menimbulkan keraguan soal keamanan dan kedaulatan data.