Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Masa Depan Belanja: AI dan Hologram Mulai Dominasi Pengalaman Konsumen

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
16 Jan 2026
132 dibaca
2 menit
Masa Depan Belanja: AI dan Hologram Mulai Dominasi Pengalaman Konsumen

AI summary

AI semakin mendominasi pengalaman belanja, baik online maupun offline.
Hologram dan teknologi canggih lainnya digunakan untuk menarik perhatian pelanggan.
Pentingnya pengalaman manusia dalam pemasaran masih relevan meskipun ada kemajuan teknologi.
Pada Pameran Dagang National Retail Federation di New York City, berbagai perusahaan teknologi dan ritel memamerkan inovasi terbaru yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan pengalaman belanja. Salah satunya adalah "Mike," sebuah hologram interaktif yang menggunakan teknologi ChatGPT untuk berinteraksi dengan pengunjung, bertujuan menarik perhatian pelanggan di toko-toko. Meski percakapan dengan hologram ini mengalami jeda beberapa detik, fungsinya lebih sebagai pembuka komunikasi bagi konsumen.Banyak perusahaan mengembangkan teknologi yang memungkinkan pengumpulan data pelanggan secara detail di toko fisik, seperti SpaceVision, yang bisa melacak usia, jenis kelamin, dan perilaku pelanggan untuk memberikan promosi yang sangat personal. Namun, teknologi pengawasan ini menimbulkan kontroversi, terutama di luar Asia, karena melibatkan pengumpulan dan penggunaan data pribadi selama berbelanja secara nyata dan langsung.Google menandai hadirnya era baru dengan memperkenalkan Universal Commerce Protocol, sebuah standar terbuka yang memungkinkan pengguna berbelanja dari berbagai toko langsung melalui asisten AI Google. Fitur-fitur ini termasuk rekomendasi secara otomatis, penggunaan kupon, dan pengisian ulang data pesanan sebelumnya, seperti yang sudah diuji oleh Papa Johns dengan asisten pizza berbasis AI-nya.Di sisi lain, beberapa perusahaan seperti Equapack memilih untuk fokus pada desain kemasan yang nyata dan bermakna tanpa menggunakan AI. Mereka menekankan pentingnya pengalaman sentuhan konsumen terhadap produk, dengan kemasan yang nyaman, estetis, dan dapat digunakan kembali. Pendiri Equapack, Eran Rothschild, menyatakan bahwa meskipun otomatisasi penting untuk operasi backend, aspek visualisasi dan taktil lebih baik dibuat secara manusiawi.Secara keseluruhan, meskipun AI menawarkan berbagai kemudahan dan personalisasi dalam ritel, tren ini juga memunculkan tantangan etis dan praktis, khususnya terkait privasi dan kenyamanan konsumen. Pengalaman belanja masa depan kemungkinan akan menjadi perpaduan antara teknologi canggih dan sentuhan manusia yang lebih personal, agar tidak kehilangan nilai kemanusiaan dalam berinteraksi dan membeli produk.

Experts Analysis

Eran Rothschild
Saya percaya AI bisa mendukung operasi backend, tapi dalam hal produk fisik dan desain kemasan, sentuhan manusia dan keaslian tetap yang utama agar konsumen merasa mendapatkan nilai nyata.
Sundar Pichai
Integrasi AI dalam belanja akan merevolusi cara konsumen berinteraksi dengan merek dan sangat potensial untuk menciptakan pengalaman yang lebih lancar dan personal melalui platform yang terstandarisasi.
Editorial Note
Integrasi AI dalam ritel saat ini menunjukkan tren peningkatan otomatisasi yang bisa membuat pengalaman berbelanja lebih efisien tapi juga kurang personal. Konsumen mungkin akan mulai bosan dengan interaksi robotik dan teknologi yang berlebihan, sehingga ada kesempatan besar bagi solusi yang mengembalikan aspek kemanusiaan, seperti fokus pada produk dan kemasan nyata.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.