Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gadget CES 2026: Banyak Produk Label AI Tapi Fungsinya Nggak Pintar

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (3mo ago) gadgets-and-wearable (3mo ago)
09 Jan 2026
16 dibaca
2 menit
Gadget CES 2026: Banyak Produk Label AI Tapi Fungsinya Nggak Pintar

Rangkuman 15 Detik

Banyak produk AI di CES 2026 yang tampaknya tidak memenuhi harapan atau justifikasi penggunaan AI.
Inovasi produk sering kali lebih terlihat pada desain dan fitur praktis daripada kecerdasan buatan yang ditambahkan.
Konsumen harus skeptis terhadap klaim 'AI-enhanced' yang tidak dijelaskan dengan baik.
Di CES 2026, kecerdasan buatan (AI) tampak ada di mana-mana, dari benda biasa seperti pemotong rambut hingga perangkat rumah tangga. Namun, banyak produk yang mengklaim punya fitur AI sebenarnya hanya menggunakan kecerdasan buatan secara minimal dan tidak memberikan manfaat besar bagi pengguna. Contohnya, Glyde smart hair clippers menggunakan AI untuk membantu pemotongan rambut yang presisi dan memberi umpan balik saat memotong. Sementara alat seperti SleepQ memadukan pil dengan data biometrik untuk menentukan waktu konsumsi obat yang optimal, yang walau menarik, masih terasa sederhana dalam penerapannya. Produk lain seperti vacuum cleaner Fraction menggunakan AI untuk memprediksi kerusakan dan mengoptimalkan penyedotan, tetapi bisa saja menjadi cara untuk mendorong penjualan suku cadang. Begitu pula dengan frame foto Fraimic yang menggunakan AI untuk menghasilkan gambar berdasarkan suara, namun tanpa AI pun produk ini sudah cukup berguna. Perusahaan Infinix menghadirkan konsep ponsel modular dengan fitur AI yang menurut laporan tidak semuanya benar-benar menggunakan kemampuan AI yang berarti. Begitu juga dengan produk teknologi lain, seperti microwave dengan sentuhan AI dan mesin bartender otomatis yang lebih mirip gimmick masa kini. Tingkat skepticism dan kritik mengemuka karena banyak produk AI ini lebih banyak gimmick daripada inovasi. Konsumen disarankan untuk tetap kritis dan tidak langsung percaya klaim AI tanpa bukti manfaat nyata yang bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Penggunaan AI harus fokus pada peningkatan nilai nyata bagi pengguna, bukan sekadar fitur pemasaran. Produk yang benar-benar inovatif akan menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah kompleks, bukan hanya menempelkan label tanpa dampak.
Fei-Fei Li
AI yang berharga adalah yang memahami konteks dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dengan cara yang nyata, bukan sekadar alat pendukung otomatis yang fungsinya minimal.