Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Kembangkan Baterai CO2 Inovatif Untuk Simpan Energi Terbarukan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
16 Jan 2026
2583 dibaca
1 menit
Google Kembangkan Baterai CO2 Inovatif Untuk Simpan Energi Terbarukan

TLDR

Google berinvestasi dalam teknologi penyimpanan energi yang inovatif melalui Energy Dome.
Teknologi baterai udara menggunakan karbon dioksida sebagai media penyimpanan yang efisien.
Proyek ini bertujuan untuk mengatasi ketidakstabilan dalam pembangkitan energi terbarukan.
Google bekerja sama dengan Energy Dome mengembangkan teknologi baterai inovatif yang menggunakan gas karbon dioksida sebagai media penyimpanan energi. Teknologi ini dibuat dalam bentuk kubah raksasa yang mampu mengompresi CO2 menggunakan kelebihan energi dari pembangkit listrik hijau seperti matahari dan angin.Baterai CO2 ini dapat menyimpan energi dengan kapasitas hingga 200 MWh, yang cukup untuk memasok listrik ke sekitar 6.000 rumah. Sistem ini beroperasi dengan cara melepaskan gas bertekanan untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik saat dibutuhkan.Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah tidak membutuhkan bahan baku tambahan seperti mineral tanah jarang yang biasa digunakan dalam baterai konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan dan berpotensi menekan biaya produksi.Prototipe fasilitas penyimpanan energi ini sedang dibangun di Sardinia, Italia, di atas lahan seluas 5 hektare. Jika berhasil, teknologi ini akan segera diterapkan di lokasi lain termasuk Eropa, Amerika Serikat, Asia Pasifik, serta India.Google juga mencari lokasi yang sudah memiliki infrastruktur listrik dengan surplus energi terbarukan agar data center bisa langsung memanfaatkan listrik yang tersimpan di baterai CO2 ini, mendukung kestabilan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang biasanya fluktuatif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.