
Courtesy of CNBCIndonesia
Google Kembangkan Baterai CO2 Inovatif untuk Simpan Energi Terbarukan
Mengembangkan teknologi penyimpanan energi menggunakan gas karbon dioksida terkompresi agar energi listrik dari sumber terbarukan dapat disimpan dan digunakan secara efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku langka baterai konvensional.
16 Jan 2026, 18.00 WIB
42 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Google berinvestasi dalam teknologi penyimpanan energi yang inovatif melalui Energy Dome.
- Teknologi baterai udara menggunakan karbon dioksida sebagai media penyimpanan yang efisien.
- Proyek ini bertujuan untuk mengatasi ketidakstabilan dalam pembangkitan energi terbarukan.
Sardinia , Italia - Google bekerja sama dengan Energy Dome mengembangkan teknologi baterai inovatif yang menggunakan gas karbon dioksida sebagai media penyimpanan energi. Teknologi ini dibuat dalam bentuk kubah raksasa yang mampu mengompresi CO2 menggunakan kelebihan energi dari pembangkit listrik hijau seperti matahari dan angin.
Baterai CO2 ini dapat menyimpan energi dengan kapasitas hingga 200 MWh, yang cukup untuk memasok listrik ke sekitar 6.000 rumah. Sistem ini beroperasi dengan cara melepaskan gas bertekanan untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik saat dibutuhkan.
Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah tidak membutuhkan bahan baku tambahan seperti mineral tanah jarang yang biasa digunakan dalam baterai konvensional, sehingga lebih ramah lingkungan dan berpotensi menekan biaya produksi.
Prototipe fasilitas penyimpanan energi ini sedang dibangun di Sardinia, Italia, di atas lahan seluas 5 hektare. Jika berhasil, teknologi ini akan segera diterapkan di lokasi lain termasuk Eropa, Amerika Serikat, Asia Pasifik, serta India.
Google juga mencari lokasi yang sudah memiliki infrastruktur listrik dengan surplus energi terbarukan agar data center bisa langsung memanfaatkan listrik yang tersimpan di baterai CO2 ini, mendukung kestabilan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang biasanya fluktuatif.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260116164833-37-702929/google-buat-baterai-udara-begini-bentuknya
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260116164833-37-702929/google-buat-baterai-udara-begini-bentuknya
Analisis Ahli
Ainhoa Anda
"Standardisasi dan kemampuan plug and play dari teknologi ini membuatnya sangat menarik karena dapat digunakan di berbagai instalasi pembangkit listrik hijau tanpa banyak modifikasi."
Analisis Kami
"Pendekatan Energy Dome menggunakan karbon dioksida sebagai media penyimpanan energi sangat inovatif dan berpotensi mengubah paradigma penyimpanan energi, terutama dalam skala besar yang diperlukan untuk data center. Namun, tantangan utama adalah memastikan efisiensi dan biaya operasional yang kompetitif agar teknologi ini dapat benar-benar menggantikan solusi penyimpanan konvensional di pasar global."
Prediksi Kami
Teknologi penyimpanan energi berbasis CO2 ini akan menjadi solusi penting dalam mengatasi fluktuasi pasokan energi terbarukan dan mungkin akan diadopsi secara luas di data center global serta sektor energi lainnya, mengurangi ketergantungan pada baterai berbasis mineral langka.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang sedang dikembangkan oleh Google?A
Google sedang mengembangkan baterai 'udara' untuk menyimpan teknologi energi dalam karbon dioksida.Q
Bagaimana cara kerja teknologi baterai udara dari Energy Dome?A
Teknologi ini bekerja dengan mengisi kubah raksasa dengan gas karbon dioksida terkompresi yang berasal dari energi berlebih dari pembangkit listrik hijau.Q
Di mana lokasi pembangunan prototipe fasilitas penyimpanan energi?A
Lokasi pembangunan prototipe fasilitas penyimpanan energi berada di Sardinia, Italia.Q
Apa keuntungan dari teknologi yang dikembangkan oleh Energy Dome?A
Keuntungan dari teknologi ini adalah tidak memerlukan bahan baku tambahan, terutama mineral tanah jarang.Q
Mengapa Google memilih lokasi tertentu untuk penerapan teknologi ini?A
Google memilih lokasi yang memiliki infrastruktur jaringan listrik dan surplus energi terbarukan untuk penerapan teknologi ini.


