Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Dan Energy Dome Kembangkan Baterai CO2 Untuk Penyimpanan Energi Terbarukan

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
29 Des 2025
1043 dibaca
2 menit
Google Dan Energy Dome Kembangkan Baterai CO2 Untuk Penyimpanan Energi Terbarukan

TLDR

Google berkolaborasi dengan Energy Dome untuk inovasi penyimpanan energi.
Teknologi ini menggunakan karbon dioksida sebagai media penyimpanan energi.
Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pembangkit energi terbarukan.
Google bekerja sama dengan perusahaan Energy Dome dari Italia untuk mengembangkan teknologi baterai baru yang menggunakan karbon dioksida (CO2) sebagai media penyimpanan energi. Teknologi ini disebut sebagai baterai "udara" karena mampu menyimpan energi dalam bentuk CO2 terkompresi. Tujuannya adalah untuk mengatasi masalah fluktuasi energi dari sumber terbarukan seperti tenaga surya dan angin.Teknologi baterai ini menggunakan proses pengompresan dan pelepasan CO2 untuk menyimpan dan menggerakkan listrik. Saat energi berlebih dari pembangkit listrik hijau tersedia, CO2 dikompresi dan didinginkan sehingga menjadi cair dalam sebuah kubah raksasa. Ketika listrik dibutuhkan, CO2 diuapkan dan digunakan untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik.Fasilitas prototipe sedang dibangun di Sardinia, Italia, dengan kapasitas penyimpanan sebesar 200 MWh, cukup untuk mensuplai listrik ke sekitar 6.000 rumah. Jika berhasil, teknologi ini akan diterapkan di berbagai data center Google di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia Pasifik karena cocok untuk semua jenis energi terbarukan dan menyediakan solusi penyimpanan listrik yang stabil.Salah satu keunggulan teknologi ini adalah tidak memerlukan bahan tambahan langka seperti mineral tanah jarang yang biasa digunakan untuk baterai lithium-ion, sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang terbatas. Namun, risiko kebocoran CO2 tetap menjadi perhatian karena dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca jika tidak dikendalikan dengan baik.Teknologi ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung infrastruktur energi hijau di masa depan dengan membantu menyeimbangkan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang sering tidak stabil, terutama untuk penggunaan di pusat data dan fasilitas industri lainnya yang memerlukan ketersediaan listrik yang tinggi dan berkelanjutan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.