Industri Baterai China Melonjak Pesat, Kuasai Pasar Global Penyimpanan Energi
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
22 Des 2025
32 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China diprediksi akan terus mendominasi pasar baterai global dengan pertumbuhan yang signifikan.
Permintaan untuk penyimpanan energi semakin meningkat, terutama untuk mendukung data center dan energi terbarukan.
Risiko dari pembatasan politik dapat memengaruhi ekspansi produsen baterai China di pasar internasional.
Industri baterai di China berkembang sangat cepat karena permintaan global yang terus meningkat, terutama untuk baterai lithium-ion yang digunakan dalam penyimpanan energi dan kendaraan listrik. China menjadi pemain utama yang menguasai ekspor baterai ke berbagai wilayah seperti Eropa, Asia, dan Amerika Utara.
Banyak perusahaan baterai China, seperti CATL, BYD, dan REPT BATTERO, mencatat peningkatan pengapalan dan penjualan yang signifikan. Pertumbuhan ini didukung oleh industri data center domestik di China dan kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi penyimpanan energi terbarukan.
Dominasi China di pasar baterai global juga didorong oleh kebutuhan energi yang besar untuk data center kecerdasan buatan, yang membutuhkan solusi tenaga yang stabil dan efisien seperti kombinasi tenaga surya dan baterai penyimpanan.
Meski Tesla memimpin di sistem penyimpanan energi, China memonopoli produksi sel kecil dalam baterai tersebut. Namun, produsen baterai China menghadapi tantangan dari pembatasan AS terkait kredit pajak investasi yang melibatkan entitas asing, termasuk perusahaan China.
Diperkirakan pengiriman sel baterai penyimpanan energi global akan terus meningkat hingga 43% pada tahun berikutnya, sehingga ekspor dan produksi baterai China akan semakin dominan dan menjadi kunci dalam transisi energi global.
Analisis Ahli
Cosimo Ries
Ledakan permintaan baterai penyimpanan energi China merupakan kejutan besar dan menunjukkan dominasi yang kuat di sektor energi.Yishu Yan
Penyimpanan energi adalah solusi utama untuk memenuhi kebutuhan listrik data center AI di AS, tetapi produsen China menghadapi risiko pembatasan investasi dari AS.

