Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Beli Listrik Fusi dari Pembangkit ARC Pertama di Dunia

Sains
Iklim dan Lingkungan
InterestingEngineering InterestingEngineering
01 Jul 2025
142 dibaca
2 menit
Google Beli Listrik Fusi dari Pembangkit ARC Pertama di Dunia

Rangkuman 15 Detik

Google berkomitmen untuk membeli listrik dari pembangkit fusion pertama di dunia, meningkatkan dukungan untuk energi bersih.
Energi fusion dianggap sebagai solusi jangka panjang yang dapat memenuhi kebutuhan energi global tanpa emisi karbon.
Kesepakatan ini menunjukkan tren meningkatnya minat perusahaan teknologi besar dalam investasi energi inovatif.
Google membuat langkah besar dalam mendukung energi bersih dengan menandatangani kesepakatan untuk membeli listrik tenaga fusi dari pembangkit ARC yang akan dibangun di Virginia, Amerika Serikat. Pembangkit ini diharapkan menjadi pembangkit fusi skala jaringan yang pertama di dunia dan mulai beroperasi pada awal tahun 2030-an. Energi fusi dihasilkan dari penggabungan inti atom ringan pada suhu sangat tinggi yang menciptakan plasma dan menghasilkan energi besar tanpa emisi karbon serta limbah radioaktif yang berbahaya seperti pada reaktor nuklir tradisional. Hal ini membuat energi fusi menjadi solusi potensial yang ramah lingkungan dan aman. Google akan menerima setengah dari energi yang dihasilkan oleh pembangkit ARC, yaitu sekitar 200 megawatt, dan memiliki opsi untuk membeli lebih banyak listrik dari pembangkit fusi yang akan datang. Perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan untuk mendukung riset dan pengembangan teknologi fusi ini. Kebutuhan listrik yang terus meningkat, terutama dari pusat data yang melayani kecerdasan buatan dan cloud computing, mendorong Google untuk mencari sumber energi yang dapat diandalkan sepanjang waktu. Energi terbarukan seperti angin dan matahari masih memiliki keterbatasan karena ketergantungan cuaca dan lokasi. Dengan teknologi fusi yang dapat beroperasi 24 jam sehari tanpa tergantung cuaca, Google berharap dapat menurunkan biaya energi karbon rendah secara keseluruhan dan mempercepat jalan menuju energi hijau yang berkelanjutan dan scalable di masa depan.