Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CFS dan DeepMind Gunakan AI untuk Percepat Energi Fusi SPARC

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (5mo ago) physics-and-chemistry (5mo ago)
17 Okt 2025
123 dibaca
2 menit
CFS dan DeepMind Gunakan AI untuk Percepat Energi Fusi SPARC

Rangkuman 15 Detik

Kolaborasi antara CFS dan DeepMind menunjukkan potensi AI dalam mempercepat penelitian energi fusi.
Perangkat lunak Torax berperan penting dalam meningkatkan simulasi plasma dalam reaktor fusi.
Pengembangan reaktor fusi yang lebih kompak dan efisien dapat membawa dampak positif bagi produksi energi bersih di masa depan.
Commonwealth Fusion Systems (CFS), sebuah perusahaan energi fusi di Amerika Serikat, bekerja sama dengan DeepMind dari Google untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam mengembangkan reaktor fusi SPARC. Tujuannya adalah untuk mengendalikan plasma superpanas yang menjadi sumber energi dalam reaktor ini dengan lebih baik. Kerja sama ini menggunakan software open-source yang disebut Torax, yang dapat mempercepat simulasi plasma dan menghubungkan berbagai alat AI. Dengan AI yang pintar, mereka dapat mencoba banyak pengaturan operasional reaktor seperti kecepatan pengisian bahan bakar dan arus listrik agar kinerja mesin maksimal dan tetap aman. Selain itu, CFS mengembangkan reaktor fusi dengan magnet superkonduktor berteknologi tinggi yang bisa menghasilkan medan magnet lebih kuat dibandingkan model konvensional. Hal ini membuat desain reaktor menjadi lebih kecil dan lebih hemat biaya untuk masa depan. Google bukan hanya menjadi mitra teknologi, tetapi juga investor dari CFS. Mereka berencana untuk membeli listrik sebesar 200 megawatt dari reaktor generasi baru yang bernama ARC, yang dijadwalkan beroperasi pada awal tahun 2030-an. Kolaborasi ini diharapkan bisa mempercepat pencapaian energi fusi komersial yang bersih dan terjangkau. Dengan AI dan teknologi canggih, energi fusi bisa menjadi solusi besar bagi tantangan energi dunia di masa depan.

Analisis Ahli

Dr. Steven Cowley (ahli fusi nuklir)
Penggunaan AI seperti yang dilakukan CFS dan DeepMind akan membuka peluang bagi kontrol perangkat plasma yang lebih presisi, mempercepat pengembangan reaktor fusi yang lebih handal dan ekonomis.