New York Wajibkan Media Sosial Jelaskan Dampak Algoritma pada Kesehatan Mental
Courtesy of CNBCIndonesia

New York Wajibkan Media Sosial Jelaskan Dampak Algoritma pada Kesehatan Mental

Mewajibkan platform media sosial untuk memberi peringatan dan edukasi kepada pengguna tentang dampak negatif algoritma terhadap kesehatan mental, guna meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial perusahaan teknologi.

27 Des 2025, 17.45 WIB
269 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • New York memberlakukan aturan baru untuk transparansi algoritma media sosial.
  • Dampak negatif algoritma terhadap kesehatan mental menjadi perhatian utama.
  • Regulasi ini dapat menjadi contoh bagi negara bagian lain dan negara lainnya.
New York, Amerika Serikat - Negara bagian New York di Amerika Serikat baru saja memberlakukan aturan yang mengharuskan platform media sosial untuk memberikan peringatan kepada pengguna mengenai dampak negatif algoritma terhadap kesehatan mental. Aturan ini bertujuan supaya pengguna lebih waspada dan memahami bagaimana algoritma bekerja di balik layar.
Beberapa fitur yang menjadi perhatian utama dalam aturan ini adalah infinite scrolling, autoplay, dan konten yang dikurasi secara otomatis. Fitur ini dianggap bisa mempengaruhi kondisi psikologis pengguna dengan membuat mereka terus menerus terpaku pada layar dan terpapar konten yang memicu emosi atau kontroversi.
Platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok menjadi target dari aturan ini. Mereka harus menjelaskan bagaimana algoritma mereka bisa memicu efek negatif, misalnya Facebook yang memprioritaskan konten kontroversial untuk menjaga interaksi pengguna, dan TikTok yang mendapat kritik karena video singkatnya mengurangi rentang perhatian.
Pendekatan New York berbeda dari Australia yang melarang anak-anak menggunakan media sosial sama sekali. New York memilih cara yang lebih moderat dengan memberikan edukasi langsung ke pengguna, sehingga diharapkan mereka bisa lebih bijak dan sadar dalam menggunakan media sosial.
Meskipun baru diberlakukan di New York, aturan ini berpotensi menjadi contoh bagi negara bagian lain di AS dan bahkan negara-negara lain di dunia untuk mengatur media sosial agar lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan mental penggunanya.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251227121845-37-697560/media-sosial-bakal-berubah-total-gara-gara-aturan-baru-di-amerika

Analisis Ahli

Dr. Jean Twenge (Psikolog dan Peneliti Kesehatan Mental Anak Muda)
"Memberikan peringatan dan edukasi tentang dampak algoritma bisa membantu mengurangi risiko kesehatan mental pada remaja, tapi perlu juga intervensi yang lebih komprehensif agar perubahan nyata terjadi."

Analisis Kami

"Aturan ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat tentang mekanisme di balik media sosial, yang selama ini sering dianggap netral atau alamiah. Namun, tanpa pengawasan dan transparansi, dampak negatifnya bisa semakin parah, membuka peluang untuk pengembangan regulasi lebih ketat di masa depan."

Prediksi Kami

Regulasi serupa kemungkinan akan diadopsi oleh negara bagian lain di Amerika Serikat dan mungkin oleh beberapa negara di dunia sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan terhadap perusahaan teknologi agar bertanggung jawab secara sosial.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diatur oleh undang-undang baru di New York terkait media sosial?
A
Undang-undang baru di New York mewajibkan platform media sosial untuk memberi peringatan tentang dampak negatif algoritma terhadap kesehatan mental pengguna.
Q
Siapa yang mengumumkan undang-undang tersebut?
A
Undang-undang tersebut diumumkan oleh Gubernur New York, Kathy Hochul.
Q
Platform media sosial mana saja yang terpengaruh oleh aturan ini?
A
Platform media sosial yang terpengaruh termasuk Instagram, Facebook, dan TikTok.
Q
Mengapa algoritma media sosial menjadi sorotan dalam undang-undang ini?
A
Algoritma media sosial menjadi sorotan karena dapat mempengaruhi kesehatan mental pengguna, terutama melalui fitur seperti infinite scrolling dan konten yang dikurasi.
Q
Apa harapan dari diterapkannya aturan ini?
A
Harapannya adalah meningkatkan kesadaran publik tentang dampak algoritma dan perilaku pengguna di dunia digital.