Teknologi AI Bantu Batasi Anak Akses Media Sosial Sesuai Aturan Negara
Teknologi
Keamanan Siber
17 Des 2025
33 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Australia menerapkan larangan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.
Google menggunakan teknologi AI untuk mengidentifikasi usia pengguna dan melindungi anak-anak.
Peraturan pembatasan anak di media sosial di Indonesia lebih kompleks dibandingkan dengan Australia.
Larangan akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia tertentu telah menjadi perhatian utama di berbagai negara, termasuk Australia dan Indonesia. Di Australia, anak di bawah 16 tahun dilarang mengakses platform seperti TikTok, X, Instagram, dan YouTube. Perusahaan teknologi berupaya memastikan larangan ini dijalankan dengan menggunakan teknologi canggih.
Berbagai metode dipakai untuk mengecek usia pengguna, mulai dari analisis aktivitas, pengenalan foto swafoto, hingga verifikasi menggunakan dokumen identitas resmi. Google, misalnya, berencana menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk memperkirakan usia pengguna dan memastikan konten serta layanan mereka sesuai dengan batasan usia yang berlaku.
Google mengumumkan pengujian model machine learning di Amerika Serikat yang akan mengidentifikasi pengguna di bawah usia 18 tahun dan memberikan perlindungan yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan demi menjaga keamanan dan pengalaman yang ramah anak di platform mereka, seperti YouTube.
Di sisi lain, perusahaan media sosial X (sebelumnya Twitter), di bawah pimpinan Elon Musk, mengikuti aturan Australia dengan mengeluarkan otomatis pengguna yang tidak memenuhi persyaratan usia. Ini menunjukkan bagaimana regulasi negara dapat memaksa perusahaan beradaptasi meskipun sebelumnya ada penolakan.
Sementara itu, di Indonesia, pemerintah menerapkan aturan pembatasan akses media sosial bagi anak dengan sistem kategori risiko yang lebih kompleks melalui PP Tunas. Perusahaan harus melakukan evaluasi mandiri dan melaporkan kategori usia pengguna pada setiap platform ke Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebagai upaya perlindungan anak di dunia digital.
Analisis Ahli
Jenn Fitzpatrick
Model AI ini memungkinkan Google memberikan pengalaman internet yang aman dan sesuai usia bagi pengguna muda dengan meningkatkan kemampuan teknologi deteksi usia.Elon Musk
Meskipun menentang aturan awalnya, patuh terhadap regulasi merupakan bagian penting agar platform sosial tetap dipercaya dan beroperasi di pasar global.

