Peneliti Temukan Inti Bumi Pernah Berhenti dan Berbalik Rotasi
Sains
Fisika dan Kimia
08 Des 2025
169 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Inti Bumi mengalami perubahan rotasi yang signifikan, termasuk berhentinya rotasi dan pembalikan arah.
Penelitian seismologi membantu mengungkap hubungan antara dinamika inti Bumi dan fenomena geofisika di permukaan.
Fluktuasi dalam rotasi inti Bumi dapat memengaruhi panjang hari dan kondisi lingkungan di permukaan.
Ilmuwan dari Universitas Peking, China, telah menemukan bahwa inti Bumi mengalami perubahan rotasi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Inti bumi yang terdiri atas inti luar cair dan inti dalam padat biasanya berputar searah dengan permukaan Bumi, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa rotasi ini sempat berhenti dan bahkan berbalik arah.
Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis gelombang seismik yang berasal dari gempa bumi sejak tahun 1960-an hingga 2021. Dengan mengamati perbedaan dalam bentuk gelombang dan waktu tempuhnya, para peneliti mengetahui bahwa rotasi inti Bumi sempat lebih cepat dari permukaan sebelum 2009, kemudian melambat dan berhenti sekitar tahun tersebut.
Selain itu, para ilmuwan memperkirakan bahwa pada awal 1970-an, inti Bumi pernah berbalik arah rotasi selama sekitar tujuh dekade. Perubahan ini juga berhubungan erat dengan variasi kecil yang bisa diamati pada permukaan Bumi, seperti perubahan panjang hari dan medan magnet.
Temuan ini menunjukkan bahwa rotasi inti Bumi tidak stabil dan berfluktuasi dalam periode tertentu. Fluktuasi ini mempengaruhi waktu rotasi Bumi secara keseluruhan, sehingga manusia di permukaan mengalami perubahan panjang hari secara berkala.
Penelitian ini membantu kita memahami interaksi kompleks antar lapisan Bumi, terutama antara inti dan mantel. Dengan informasi ini, diharapkan kita bisa lebih baik memprediksi perubahan geofisika Bumi yang memengaruhi kehidupan manusia dan teknologi yang bergantung pada kestabilan rotasi Bumi.
Analisis Ahli
Seismolog Terkenal
Pergerakan inti Bumi bukan hanya soal fisika dasar, tapi juga berpotensi mengungkap keterkaitan antara aktivitas tektonik dan fenomena magnet bumi yang selama ini masih misterius.
