NASA: Bendungan Besar di China Sebabkan Perubahan Rotasi Bumi
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
23 Okt 2025
18 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Bendungan besar di China dapat mempengaruhi rotasi Bumi dan menambah waktu sehari.
Distribusi massa, baik dari bendungan maupun gempa, berperan dalam perubahan rotasi planet.
Inersia planet berkaitan dengan kemampuan planet untuk mempertahankan keadaan geraknya.
NASA mengungkap fakta menarik bahwa perubahan rotasi Bumi bisa disebabkan oleh bendungan besar yang dibangun di China. Hal ini karena adanya distribusi massa yang besar yang mengubah momen inersia atau kecenderungan Bumi untuk mempertahankan keadaan geraknya.
Bendungan yang dimaksud berada di Provinsi Hubei, China, tepatnya di sepanjang Sungai Yangtze. Volume air yang tersimpan di bendungan ini mencapai sekitar 40 kilometer kubik, yang cukup besar untuk memengaruhi jarak putaran harian Bumi.
Dampak dari bendungan tersebut adalah penambahan sekitar 0,06 detik pada durasi satu hari di Bumi. Walaupun perubahan ini sangat kecil dan hampir tidak terasa, hal ini penting untuk dipahami oleh ilmuwan yang mempelajari rotasi bumi dan dinamika planet lainnya.
Selain bendungan, distribusi massa dan perubahan rotasi bumi juga bisa disebabkan oleh gempa bumi besar seperti gempa di Samudera Hindia tahun 2004 yang menggeser lempeng tektonik. Pergerakan air, baik dari bendungan atau fenomena alam juga dapat memicu perubahan serupa.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana aktivitas manusia seperti pembangunan bendungan besar memiliki dampak yang sangat kecil tetapi nyata terhadap rotasi Bumi. Ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi studi geofisika dan pengelolaan sumber daya alam.
Analisis Ahli
Benjamin Fong Chao
Perubahan distribusi massa sebesar 40 kilometer kubik air di bendungan besar dapat benar-benar mengubah rotasi Bumi hingga menambah 0,06 detik per hari, walaupun dampak ini sangat kecil secara global namun signifikan secara ilmiah.
