Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kehilangan Air Tanah Sebabkan Pergeseran Sumbu Rotasi Bumi Hingga 45 cm

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (6mo ago) climate-and-environment (6mo ago)
07 Sep 2025
260 dibaca
2 menit
Kehilangan Air Tanah Sebabkan Pergeseran Sumbu Rotasi Bumi Hingga 45 cm

Rangkuman 15 Detik

Hilangnya air tanah berkontribusi signifikan terhadap pergeseran rotasi Bumi.
Pergeseran ini dapat mempengaruhi sistem pengukuran global seperti GPS.
Kekeringan ekstrem terjadi di berbagai wilayah sebagai akibat dari perubahan kelembaban tanah.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejak awal 2000-an, Bumi mengalami pergeseran besar pada sumbu rotasinya akibat kehilangan air tanah yang masif. Lebih dari 1.600 gigaton air hilang hanya dalam dua tahun pertama, yakni 2000 hingga 2002. Hal ini menyebabkan redistribusi massa air dari daratan ke lautan yang berpengaruh langsung terhadap rotasi planet kita. Profesor Clark Wilson dari University of Texas di Austin menjelaskan bahwa perpindahan air mengubah momen inersia Bumi, menyebabkan sumbu putar Bumi bergeser hingga sekitar 45 cm. Pergeseran ini memang tampak kecil, namun sangat penting untuk sistem presisi seperti GPS yang memerlukan pengukuran dalam skala milimeter. Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ki-Weon Seo dari Seoul National University menggabungkan data radar satelit dengan model kelembaban tanah. Hasilnya menunjukkan penurunan kelembaban tanah yang tajam pada awal 2000-an berkontribusi menaikkan permukaan laut global jauh lebih besar dibandingkan pencairan es Greenland. Tren kehilangan air tanah tidak berhenti di situ, dari 2003 hingga 2016 sebanyak 1.000 gigaton air tanah kembali hilang. Hingga 2021, kelembaban tanah belum kembali normal, menandakan adanya perubahan jangka panjang dalam penyimpanan air daratan yang berdampak pada pergeseran sumbu Bumi. Pergeseran ini bertepatan dengan wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem seperti di Asia Timur dan Tengah, Amerika Utara dan Selatan, serta Afrika Tengah. Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi upaya pengelolaan air dan pemantauan perubahan bumi secara ketat guna mencegah dampak negatif lebih lanjut.

Analisis Ahli

Clark Wilson
Perpindahan air dari daratan ke lautan mengubah momen inersia Bumi sehingga menyebabkan sumbu rotasi bergeser, yang memerlukan pemantauan sangat presisi untuk menjaga keakuratan sistem GPS.