Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Penipuan Penculikan Virtual Dengan Foto Palsu Dari Media Sosial

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
07 Des 2025
112 dibaca
2 menit
Waspada Penipuan Penculikan Virtual Dengan Foto Palsu Dari Media Sosial

TLDR

Penipuan tebusan virtual semakin meningkat dan memanfaatkan media sosial.
FBI memberikan peringatan penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap foto palsu.
Verifikasi informasi dan kehati-hatian diperlukan untuk melindungi diri dari ancaman ini.
Pada musim liburan terakhir, FBI memperingatkan masyarakat tentang serangan baru yang menggunakan foto palsu yang diambil dari media sosial sebagai bukti dalam skema penculikan virtual. Penipuan ini menghubungi keluarga korban dengan pesan yang tampak nyata, menuntut uang tebusan dengan ancaman serius.Dalam modus ini, pelaku mengedit atau memanipulasi foto dan video dari platform seperti Facebook, LinkedIn, dan X, kemudian mengirimkannya kepada keluarga korban agar terlihat sebagai bukti 'nyata' bahwa seseorang telah diculik. Cara ini membuat korban merasa ingin segera membayar sehingga tertekan.FBI mengingatkan bahwa pelaku sering menggunakan fitur pesan yang hanya bisa dilihat dalam waktu terbatas agar korban tidak memiliki waktu untuk menganalisis dan memverifikasi kebenaran gambar atau video tersebut. Taktik ini dirancang untuk menekan dan membuat korban panik.Selain itu, pesan yang dikirim berisi ancaman kekerasan atau bahaya berat, serta permintaan pembayaran segera yang bisa membuat korban bertindak tanpa berpikir panjang. FBI juga menyarankan agar masyarakat waspada dan melaporkan jika menerima pesan seperti ini.Penting untuk selalu memeriksa kebenaran informasi seperti ini, jangan mudah percaya pada pesan dengan bukti yang terbatas waktu, dan selalu komunikasikan dengan pihak terkait sebelum melakukan pembayaran atau tindakan lain. Kesadaran digital menjadi kunci untuk menghindari penipuan yang semakin canggih ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.