Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ancaman Megakonstelasi Satelit Terhadap Observasi Teleskop Ruang Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
03 Des 2025
1395 dibaca
2 menit
Ancaman Megakonstelasi Satelit Terhadap Observasi Teleskop Ruang Angkasa

TLDR

Jejak satelit dapat mengganggu gambar yang diambil oleh teleskop luar angkasa, mengurangi kualitas pengamatan.
Sekitar 96% gambar dari teleskop luar angkasa dapat terpengaruh oleh konstelasi satelit di masa depan.
Perlu solusi inovatif untuk mengatasi interferensi yang ditimbulkan oleh satelit dalam pengamatan astronomi.
Banyak gambar yang diambil oleh teleskop luar angkasa seperti Hubble mulai terancam rusak oleh jejak garis terang yang berasal dari satelit komersial. Masalah ini sudah dikenal di observatorium di Bumi, dan kini penelitian terbaru menunjukkan bahwa teleskop di luar angkasa juga tidak bisa terhindar jika jumlah satelit di orbit terus bertambah pesat.Saat ini sudah ada sekitar 15.000 satelit di orbit, dan berbagai perusahaan berencana meluncurkan ratusan ribu hingga jutaan satelit untuk keperluan telekomunikasi. Contohnya SpaceX yang ingin mengoperasikan hingga 34.000 satelit, dan jumlah ini bisa terus naik hingga mencapai angka 1 juta di masa depan.Para peneliti dari NASA dan lembaga lainnya melakukan simulasi dengan mengambil gambar palsu selama 18 bulan untuk menilai dampak megakonstelasi ini terhadap beberapa teleskop ruang angkasa yang ada atau akan datang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa gambar yang diambil bisa tercemar sampai 96%, dan satu gambar dapat memiliki hingga 92 atau bahkan 165 jejak satelit.Dampak terberat adalah risiko kesalahan deteksi objek luar angkasa, seperti asteroid yang berbahaya bagi Bumi atau ledakan luar angkasa yang sangat jarang terjadi. Streaks dari satelit ini dapat mengaburkan data dan membuat para ilmuwan melewatkan fenomena penting tersebut.Sebagai solusi, mungkin diperlukan kamera dengan waktu pengambilan gambar yang lebih singkat agar jumlah jejak satelit dalam satu gambar bisa dikurangi. Namun, teknologi ini harus sudah dirancang sejak awal sebelum teleskop diluncurkan, karena saat sudah ada di orbit, perubahan teknis sangat sulit dilakukan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.