Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Satelit Starlink Terbakar di Atmosfer dan Apa Dampaknya?

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
10 Okt 2025
301 dibaca
2 menit
Mengapa Satelit Starlink Terbakar di Atmosfer dan Apa Dampaknya?

Rangkuman 15 Detik

Satelit Starlink mengalami deorbiting, namun tidak membahayakan manusia.
Terdapat kekhawatiran mengenai polutan yang dihasilkan dari pembakaran satelit di atmosfer.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang dari satelit yang terbakar di atmosfer.
Satelit Starlink milik SpaceX saat ini sedang mengalami proses jatuh kembali ke atmosfera bumi dengan rata-rata satu sampai dua satelit terbakar per hari di tahun 2025. Proses ini merupakan bagian dari siklus hidup satelit yang biasanya beroperasi selama sekitar lima tahun sebelum melewati masa fungsi dan akhirnya terdeorbitkan secara terkendali. Total ada sekitar 12.000 satelit aktif yang berada di orbit rendah bumi, dan 8.500 di antaranya adalah satelit Starlink. SpaceX terus memperluas jaringan satelit ini untuk menyediakan akses internet global, yang menjadikan perusahaan tersebut pusat perhatian dalam industri antariksa dunia, serta menjadi sumber kekayaan besar bagi Elon Musk. Meski terlihat mengkhawatirkan bagi sebagian orang karena cahaya terang yang terlihat saat satelit terbakar di atmosfer, para ilmuwan menegaskan bahwa satelit Starlink dirancang untuk terbakar habis dan tidak menimbulkan bahaya jatuh langsung ke permukaan bumi. Namun satelit lain dan reruntuhan tahap roket tanpa kontrol menjadi ancaman yang harus diperhatikan. Para ilmuwan juga tengah meneliti dampak jangka panjang dari partikel polutan, seperti aluminium oksida yang dilepaskan ke atmosfer saat satelit terbakar. Efeknya pada suhu dan kimia atmosfer bagian atas masih belum jelas, tetapi kemungkinan berdampak lebih besar dari yang dulu diduga sehingga diperlukan strategi pengelolaan yang bijak. Dengan meningkatnya jumlah mega-konstelasi satelit di masa depan, para ahli mengingatkan agar perhatian terhadap pengelolaan puing antariksa dan pemantauan keamanan jatuhnya objek antariksa diperkuat agar tidak menimbulkan risiko berbahaya bagi keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Analisis Ahli

Jonathan McDowell
Setiap beberapa bulan ada laporan reruntuhan satelit yang jatuh ke bumi dan berpotensi membahayakan, sehingga meski saat ini kita beruntung terhindar dari insiden tersebut, risiko itu akan meningkat seiring bertambahnya jumlah objek di orbit.