Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Risiko Tabrakan Satelit Dan Krisis Sampah Antariksa Di Orbit Bumi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
29 Apr 2025
1468 dibaca
1 menit
Risiko Tabrakan Satelit Dan Krisis Sampah Antariksa Di Orbit Bumi

TLDR

Kepadatan objek di orbit rendah Bumi meningkat, menimbulkan risiko tabrakan.
Perlu adanya peraturan yang lebih komprehensif untuk mengelola objek di orbit.
Kolaborasi antara perusahaan satelit sangat penting untuk mencegah kecelakaan di ruang angkasa.
Pada malam 28 April, Amazon meluncurkan satelit Project Kuiper untuk menyaingi SpaceX Starlink. Dengan 27 satelit di orbit, Amazon bergabung dengan perusahaan lain yang berencana menempatkan lebih dari 1.000 satelit masing-masing untuk menciptakan mega konstelasi mereka sendiri. Namun, dengan banyaknya objek di orbit, bahaya kepadatan meningkat, dan jika terjadi tabrakan, hasilnya bisa menjadi bencana.Masalah kepadatan orbit semakin parah dengan adanya jutaan potongan debris yang bergerak dengan kecepatan tinggi. ESA memperkirakan lebih dari 1,2 juta objek di orbit cukup besar untuk menyebabkan kerusakan besar jika bertabrakan. Selain itu, perubahan iklim memperburuk masalah dengan mengurangi kemampuan atmosfer atas untuk menarik dan menghancurkan debris.Para ahli sepakat bahwa kita membutuhkan aturan yang lebih komprehensif untuk mengelola objek di orbit. Namun, dalam dunia yang semakin terpolarisasi, ide kerjasama global untuk melindungi ruang angkasa tampak semakin jauh. Tanpa aturan yang jelas, potensi tabrakan satelit bisa menjadi masalah besar, dan proses manual untuk menghindari tabrakan akan menjadi tidak mungkin seiring bertambahnya jumlah satelit.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.