Konstelasi Satelit Cermin Matahari, Ancaman Baru bagi Langit Malam dan Astronomi
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
13 Okt 2025
243 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek Reflect Orbital menawarkan potensi solusi energi terbarukan yang inovatif.
Kekhawatiran besar muncul mengenai polusi cahaya dan dampaknya terhadap astronomi dan ekosistem.
Jumlah satelit yang diluncurkan terus meningkat, menambah risiko pencemaran langit malam.
Reflect Orbital, sebuah startup dari California, mengajukan rencana besar untuk meluncurkan konstelasi ribuan satelit yang memantulkan cahaya matahari ke Bumi. Tujuannya adalah memperpanjang waktu operasional ladang tenaga surya bahkan saat malam hari dengan menggunakan cermin dari material Mylar yang dipasang pada satelit tersebut.
Satelit pertama yang akan diuji bernama Earendil-1, dengan cermin selebar 18 meter, direncanakan meluncur pada 2026. Jika berhasil, proyek ini akan berkembang menjadi ribuan satelit yang beroperasi di orbit sekitar 625 km di atas permukaan Bumi.
Namun, astronom dan para ahli lingkungan menyuarakan keprihatinan serius. Cahaya pantulan tersebut dikabarkan dapat lebih terang daripada bulan purnama dan berpotensi merusak pengamatan astronomi optik dari Bumi serta mengganggu ekosistem malam hari dan satwa nokturnal.
Selain menimbulkan polusi cahaya yang terencana dan difokuskan, proyek ini menghadapi tantangan fisika karena orbit satelit yang cepat membuat pencahayaan selama waktu lama di satu lokasi menjadi sulit, sehingga membutuhkan puluhan ribu satelit agar pencahayaan menjadi efektif.
Meskipun menawarkan solusi energi terbarukan inovatif, proyek ini memicu debat tentang dampaknya pada warisan langit gelap dan ekosistem global. Banyak pihak mendesak kajian lebih mendalam agar dapat menyeimbangkan manfaat dan risiko teknologi ini.
Analisis Ahli
Ahli Astronomi Terkemuka
Konstelasi satelit dengan cermin reflektif yang sangat terang bisa mengacaukan pengamatan astronomi selama beberapa dekade ke depan dan sulit dikompensasi.Ekolog Senior
Pencahayaan buatan yang tidak alami di malam hari dapat mengganggu pola hidup hewan nokturnal, berpotensi menyebabkan disrupsi ekosistem yang luas.
