Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ledakan Satelit Internet Ancaman Terbesar Untuk Observasi Teleskop Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
03 Des 2025
1198 dibaca
2 menit
Ledakan Satelit Internet Ancaman Terbesar Untuk Observasi Teleskop Luar Angkasa

TLDR

Peningkatan jumlah satelit di orbit rendah dapat mengganggu pengamatan astronomi oleh teleskop luar angkasa.
Hubble dan teleskop luar angkasa lainnya mungkin mengalami pencemaran cahaya yang signifikan pada tahun 2035.
Diperlukan koordinasi global antara agen luar angkasa, operator satelit, dan astronom untuk melindungi penelitian ilmiah.
Jumlah satelit yang mengorbit Bumi telah meningkat drastis dari sekitar 2.000 satelit aktif pada 2019 menjadi lebih dari 15.000 satelit pada 2025, dengan angka ini diperkirakan akan terus bertambah. Kenaikan ini disebabkan oleh turunnya biaya peluncuran dan ekspansi komersial, terutama dari proyek-proyek seperti Starlink milik SpaceX. Ledakan jumlah satelit ini memunculkan kekhawatiran serius bagi astronomi, baik yang dilakukan dari Bumi maupun dari ruang angkasa.Teleskop luar angkasa seperti Hubble, yang selama ini dianggap bebas gangguan karena berada di atas atmosfer Bumi, kini menghadapi ancaman nyata dari pantulan cahaya satelit yang melintas di wilayah pengamatannya. Studi terbaru yang dilakukan oleh Alejandro Borlaff dan tim di NASA Ames Research Center menunjukkan bahwa hingga hampir 96% citra dari beberapa teleskop luar angkasa di orbit rendah bisa tercemar oleh kilatan cahaya dari satelit.Starlink menjadi konstelasi satelit terbesar dengan lebih dari 9.000 satelit yang mengorbit di ketinggian sekitar 550 km. Satelit-satelit ini memantulkan cahaya matahari dan menyebabkan gangguan dalam pengambilan gambar teleskop, terutama untuk mission-mission dengan waktu paparan lama dan bidang pandang luas seperti ARRAKIHS dan teleskop Xuntian. Lebih dari 2 citra dari 5 di Hubble juga diperkirakan akan terpengaruh.Karena dampak besar ini, para peneliti menyerukan perlunya kolaborasi global antara badan antariksa, operator satelit, dan komunitas astronom untuk mengembangkan solusi. Salah satu strategi yang diusulkan adalah memastikan satelit tetap berada di orbit yang lebih rendah dari teleskop ilmiah agar dapat mengurangi gangguan saat satelit melintas di garis pandang teleskop.Masalah polusi cahaya dari satelit ini menimbulkan dilema besar antara kemajuan teknologi satelit komersial dan perlindungan terhadap sains astronomi yang penting untuk memahami alam semesta. Jika tidak diatasi dengan baik, gangguan ini bisa memperlambat atau bahkan menghambat penemuan besar di bidang astronomi luar angkasa di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.