Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jamur Rekayasa Genetika Baru Jadi Solusi Daging Ramah Lingkungan Dan Bergizi

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
20 Nov 2025
1477 dibaca
2 menit
Jamur Rekayasa Genetika Baru Jadi Solusi Daging Ramah Lingkungan Dan Bergizi

TLDR

Jamur yang dimodifikasi secara genetik dapat menjadi alternatif daging yang lebih berkelanjutan.
Penggunaan teknologi CRISPR dapat meningkatkan efisiensi produksi protein dan mengurangi dampak lingkungan.
Produksi jamur ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan global tanpa biaya lingkungan yang tinggi dari pertanian konvensional.
Para peneliti dari Jiangnan University di Cina berhasil mengembangkan strain jamur baru yang bernama FCPD dengan menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR. Jamur ini memiliki tekstur dan rasa menyerupai daging sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan peternakan hewan konvensional.FCPD merupakan hasil modifikasi gen Fusarium venenatum yang fokus pada pengurangan ketebalan dinding sel agar lebih mudah dicerna oleh manusia, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi dengan metabolisme yang disesuaikan. Penyesuaian ini membuat FCPD membutuhkan 44 persen kurang gula dan dapat tumbuh 88 persen lebih cepat dibandingkan strain original.Penggunaan jamur hasil rekayasa ini juga memberikan dampak lingkungan yang sangat positif. Produksi FCPD mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 60 persen, menghemat penggunaan lahan hingga 70 persen dibandingkan dengan peternakan ayam di Cina, dan mengurangi risiko polusi air tawar sebesar 78 persen.Pemanfaatan protein mikroba seperti jamur ini sangat penting mengingat tekanan dari pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat dan tantangan perubahan iklim yang menuntut produksi pangan lebih efisien dan ramah lingkungan. Jamur FCPD sudah mendapatkan izin penggunaan pangan di beberapa negara utama seperti Cina, Inggris, dan Amerika Serikat.Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Trends in Biotechnology ini membuka peluang besar bagi masa depan pangan berkelanjutan. Jika teknologi ini diadopsi secara luas, maka kebutuhan akan daging hewani bisa ditekan tanpa mengorbankan ketersediaan nutrisi, sekaligus menurunkan dampak negatif terhadap lingkungan yang selama ini ditimbulkan oleh peternakan konvensional.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.