AI summary
Bahan isolasi berbasis jamur menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis. Proyek Mycobuild berupaya untuk menghasilkan bahan bangunan yang dapat mengikat karbon dan kompos. Pengembangan lapisan mineral pada papan isolasi bertujuan untuk mengatasi masalah kelembapan dan jamur. Penelitian di Jerman mengembangkan isolasi berbasis jamur yang menggunakan jaringan mycelium untuk menggantikan bahan isolasi konvensional yang biasanya menggunakan material sintetis dan mineral. Material baru ini lebih ramah lingkungan karena bisa dikompos dan menyerap karbon selama proses produksinya.Proyek yang dipimpin oleh Institut Circular Economy of Bio:Polymers di Hof University of Applied Sciences ini menumbuhkan jaringan jamur di atas substrat bahan tanaman lokal seperti jerami yang sudah dikeringkan. Setelah mycelium menyatu dan mengeras, material tersebut dikeringkan dan dipanaskan agar stabil serta tidak aktif lagi.Salah satu tantangan utama adalah memastikan lingkungan steril untuk pertumbuhan jamur agar tidak terkontaminasi, serta menemukan substrat dengan kandungan gula yang tepat agar tidak memicu pertumbuhan jamur lain yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, tim peneliti melakukan berbagai pengujian ketat terhadap sifat fisik dan termal material.Untuk mengatasi kekhawatiran terkait kelembaban dan pertumbuhan jamur pada material, isolasi ini dilapisi dengan lapisan mineral yang dikembangkan oleh perusahaan bahan bangunan. Lapisan ini juga meningkatkan kekuatan material dan terus dioptimalkan untuk membuat material menjadi sepenuhnya tahan air.Jenis jamur lokal seperti jamur tiram dipilih karena tumbuh cepat dan membentuk struktur yang padat pada suhu ruang tanpa perlu pemanasan atau pendinginan tambahan, sehingga menghemat energi. Tim menargetkan produksi skala industri pada tahun 2026 untuk memenuhi standar industri konstruksi dengan dukungan program DATIpilot Jerman.
Inovasi isolasi berbasis jamur ini sangat menjanjikan karena tidak hanya mengatasi masalah polusi penggunaan bahan sintetis, tetapi juga menawarkan nilai tambah berupa penyerapan karbon. Namun, tantangan besar tetap terletak pada pengendalian kualitas dan skala produksi agar bisa memenuhi standar industri tanpa menimbulkan masalah baru seperti pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.