TLDR
Pengembangan jagung kaya protein dapat mengurangi ketergantungan China pada kedelai impor. Keamanan pangan menjadi fokus utama bagi pemerintah China di tengah ketegangan geopolitik. Penelitian di Huazhong Agricultural University menunjukkan potensi solusi untuk masalah pakan ternak. Para ilmuwan pertanian di China sedang mengembangkan varietas jagung baru yang kaya protein untuk menggantikan kedelai dalam pakan ternak. Ini bisa menjadi solusi penting bagi China untuk mengurangi ketergantungan pada impor biji-bijian dari luar negeri, terutama kedelai, yang dibutuhkan untuk mendukung industri peternakan yang terus berkembang. Dengan meningkatnya konsumsi daging dan produk susu di China, negara ini telah mengimpor kedelai dalam jumlah besar.Pengembangan jagung dengan kandungan protein yang lebih tinggi diharapkan dapat mengurangi permintaan kedelai asing hingga 8 juta ton jika kandungan protein jagung meningkat satu persen. Hal ini menjadi penting bagi China untuk menjaga keamanan pangan di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian di pasar internasional.