BMKG Deteksi Dua Bibit Siklon Tropis, Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi
Sains
Iklim dan Lingkungan
17 Nov 2025
26 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
BMKG memantau dua bibit siklon tropis yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem di Indonesia.
Bibit siklon 97S dan 98S dapat menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah.
Masyarakat dan nelayan diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengawasi dua bibit siklon tropis yang terdeteksi di dekat wilayah perairan Indonesia. Bibit siklon ini telah terpantau oleh Tropical Cyclone Center (TCWC) dan dapat mempengaruhi kondisi cuaca di sejumlah daerah di Indonesia.
Bibit siklon pertama, 97S, berada di sekitar 11.8°LS dan 120.8°BT dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot atau sekitar 46 km/jam. Sistem ini berpotensi menyebabkan hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) serta hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB.
Selain hujan deras, daerah NTT dan NTB juga berisiko mengalami angin kencang yang dapat menyebabkan gelombang laut mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Samudra Hindia selatan Jawa sampai NTT dan beberapa perairan lainnya hingga tanggal 16 November 2025.
Bibit siklon kedua, 98S, berlokasi di sekitar 8.2°LS dan 101.4°BT dengan kecepatan angin 20 knot atau 37 km/jam. Wilayah terdampak termasuk Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat yang diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di beberapa daerah. Gelombang di perairan sekitar juga diyakini dapat mencapai kategori tinggi di beberapa zona.
BMKG menegaskan bahwa meski kedua bibit siklon ini memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis yang kuat, masyarakat terutama yang tinggal dan beraktivitas di pesisir dan laut agar tetap waspada. Pemantauan akan terus dilakukan untuk memberikan informasi dan mitigasi bencana secara tepat waktu.
Analisis Ahli
Andri Ramdhani
BMKG melalui TCWC Jakarta akan terus memantau bibit siklon untuk memberikan informasi akurat demi tindakan mitigasi cepat dan tepat, mengingat potensi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas kelautan.

