Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Waspadai Dua Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
21 Sep 2025
48 dibaca
2 menit
BMKG Waspadai Dua Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Cuaca di Indonesia akan dipengaruhi oleh dua siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat perlu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memberikan informasi penting terkait perkembangan cuaca dan imbauan untuk memantau informasi cuaca secara rutin.
Dalam beberapa hari ke depan, cuaca Indonesia diprediksi akan sangat dipengaruhi oleh keberadaan dua sistem siklon tropis yakni Bibit Siklon Tropis 90W di Laut Filipina dan Siklon Tropis MITAG di Laut Cina Selatan. BMKG menyatakan bahwa kedua siklon ini membentuk area perlambatan dan pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan cukup signifikan. Bibit Siklon Tropis 90W diperkirakan bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 Knot serta tekanan minimum 1002 hPa, dengan peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sementara, MITAG berkekuatan 50 Knot juga bergerak ke arah Barat-Barat Laut dengan tekanan serupa. Dampak utama dari kondisi ini adalah potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk beberapa daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hujan lebat tersebut kemungkinan disertai kilat, petir, dan angin kencang sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada. BMKG juga memantau adanya konvergensi angin di sejumlah titik penting seperti dekat Aceh, Samudra Hindia, Laut Jawa, dan Papua Selatan yang turut memperkuat pembentukan awan konvektif dan memperbesar risiko cuaca ekstrem, terutama di wilayah rentan banjir dan longsor. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran air berfungsi baik agar tidak terjadi genangan, serta menjauhi lokasi rentan bencana saat hujan deras atau angin kencang. Informasi cuaca terbaru harus terus dipantau melalui kanal resmi BMKG untuk kesiapsiagaan maksimal.