BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Indonesia Hingga 17 November
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Nov 2025
129 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem hingga 17 November 2025.
Faktor global dan lokal menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia.
Masyarakat perlu waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia hingga 17 November 2025. Hal ini dikarenakan beberapa hari terakhir sudah terjadi hujan sangat lebat di sejumlah daerah, yang dipicu oleh berbagai fenomena cuaca global dan lokal.
Fenomena yang mempengaruhi cuaca ini meliputi Siklon Tropis FUNG-WONG di Samudera Pasifik yang memberikan dampak tidak langsung, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin, serta aliran udara dingin dari Asia yang meningkatkan pembentukan awan hujan.
Pola Dipole Mode Index (DMI) yang bernilai negatif menandakan adanya peningkatan suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah timur yang memperkuat aliran uap air ke wilayah barat Indonesia. Ditambah lagi fenomena La Nina lemah meningkatkan suplai uap air dari Samudra Pasifik.
Periode 11-13 November diprediksi akan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi peningkatan hujan sedang hingga lebat di berbagai provinsi. BMKG menetapkan kategori Siaga untuk beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Untuk periode 14-17 November, kondisi serupa diperkirakan masih berlangsung di banyak tempat, sehingga BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko banjir, genangan, longsor, dan angin kencang yang bisa terjadi kapan saja.
Analisis Ahli
Dr. Agus Santoso (Meteorolog BMKG)
Kombinasi siklon, MJO, dan fenomena laut seperti DMI dan La Nina memang membuat pola hujan di Indonesia menjadi ekstra intens, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

