Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang Akibat Siklon Tropis MATMO

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
06 Okt 2025
248 dibaca
2 menit
BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang Akibat Siklon Tropis MATMO

Rangkuman 15 Detik

Siklon Tropis MATMO dapat mempengaruhi curah hujan di Indonesia.
BMKG memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi hujan lebat di berbagai wilayah.
Suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan.
Pada awal Oktober 2025, Indonesia berpotensi mengalami curah hujan sedang hingga lebat yang dapat mempengaruhi berbagai wilayah mulai dari Aceh hingga Papua. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor meteorologis yang saling berkaitan dan memperkuat potensi cuaca ekstrem di wilayah tanah air. Salah satu faktor utama adalah pembentukan Siklon Tropis MATMO di wilayah timur Filipina. Siklon ini berperan menciptakan zona konvergensi di sekitar perairan utara Papua dan Maluku Utara, yang membuat hujan lebat terjadi di wilayah timur Indonesia. Selain siklon tropis, gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuator dan Kelvin juga aktif di kawasan Indonesia. Gelombang ini mendorong terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, sampai Papua. BMKG juga mencatat bahwa suhu muka laut relatif hangat dengan anomali positif di sejumlah perairan di sekitar Indonesia, termasuk Samudera Hindia dan Laut Jawa. Kondisi ini menyebabkan peningkatan penguapan dan uap air di atmosfer, memperkuat potensi hujan. Untuk itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca selama tanggal 6 hingga 8 Oktober 2025, menghimbau wilayah-wilayah tertentu di Indonesia untuk waspada dan siaga menghadapi hujan lebat dan angin kencang demi mengurangi risiko bencana.

Analisis Ahli

Dr. Budi Santoso, Meteorolog
Aktivitas siklon tropis selain meningkatkan curah hujan juga dapat memicu fenomena cuaca ekstrem lain seperti angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga penting bagi masyarakat untuk selalu memperhatikan update BMKG.
Prof. Sri Wahyuni, Ahli Iklim
Suhu muka laut yang hangat dan anomali positif seringkali menjadi penentu utama intensitas curah hujan, memperkuat dampak perubahan iklim terhadap ketidakstabilan cuaca di kawasan tropis seperti Indonesia.