JWST Temukan Molekul Organik Kompleks di Galaksi Lain, Membuka Rahasia Asal Usul Kehidupan
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
29 Okt 2025
218 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan molekul kompleks di luar galaksi menunjukkan potensi untuk memahami asal-usul kehidupan.
JWST memberikan data berkualitas tinggi yang memungkinkan penelitian mendalam tentang kimia organik di ruang angkasa.
Lingkungan yang keras di Galaksi Magellan Besar dapat membantu menjelaskan bagaimana reaksi kimia kompleks dapat terjadi meskipun dengan sedikit elemen berat.
Para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi beberapa molekul kompleks pembentuk kehidupan di es sekitar bintang yang terbentuk di galaksi lain selain Bima Sakti. Menggunakan teleskop luar angkasa James Webb, mereka menemukan lima molekul besar berbasis karbon di sekitar protobintang di Large Magellanic Cloud, sebuah galaksi kecil yang mengorbit dekat dengan Bima Sakti.
Large Magellanic Cloud adalah galaksi kerdil yang berjarak sekitar 160.000 tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini memiliki bintang-bintang yang sangat panas dan cerah sehingga menghasilkan radiasi ultraviolet yang kuat. Kondisi ini serupa dengan yang diperkirakan ada pada galaksi di alam semesta awal, ketika unsur berat seperti karbon, nitrogen, dan oksigen masih jarang.
Pada Maret 2024, para peneliti mengarahkan instrumen James Webb ke bintang dalam proses pembentukan bernama ST6 di galaksi tersebut. Melalui pengukuran cahaya inframerah, mereka mengidentifikasi lima molekul kompleks yang salah satunya adalah metanol, yang sebelumnya adalah satu-satunya molekul kompleks yang terdeteksi di luar Bima Sakti. Molekul lain seperti asam asetat bahkan belum pernah terdeteksi di es ruang angkasa sebelumnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa reaksi kimia yang kompleks bisa terjadi pada permukaan debu di kondisi ekstrim, meskipun unsur berat yang tersedia sangat terbatas. Hal ini sangat penting untuk memahami bagaimana kehidupan bisa muncul dan berkembang dalam kondisi awal alam semesta yang keras dan berbeda dengan lingkungan tempat kita hidup hari ini.
Ke depan, para ilmuwan berniat mengeksplorasi molekul serupa di protobintang lain, baik di galaksi kita maupun galaksi tetangga, guna mempelajari lebih jauh bagaimana kimia organik kompleks berkembang dan membuka kemungkinan baru dalam penelitian asal usul kehidupan di alam semesta.
Analisis Ahli
Marta Sewilo
Penemuan ini menunjukkan bahwa bahkan di lingkungan yang keras dan kurang unsur berat, molekul kompleks tetap dapat terbentuk, yang sangat penting untuk memahami kimia organik di galaksi awal.

