Tiongkok Batasi Stablecoin di Hong Kong Namun Tetap Dorong Peran Digital Asset
Finansial
Mata Uang Kripto
25 Okt 2025
97 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Regulator Tiongkok berusaha membatasi inisiatif stablecoin dan tokenisasi dari perusahaan-perusahaan daratan di Hong Kong.
Meskipun ada pengetatan regulasi, Tiongkok tetap menyadari pentingnya aset digital dalam kompetisi global, terutama dengan AS.
Hong Kong diharapkan dapat terus menjadi pusat keuangan digital internasional dengan menyelaraskan kerangka kerjanya dengan kekhawatiran daratan Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok baru-baru ini meminta perusahaan-perusahaan yang berbasis di daratan untuk menunda proyek stablecoin dan tokenisasi aset nyata mereka di Hong Kong. Ini merupakan langkah yang diambil oleh dua badan pengawas utama, yakni People's Bank of China dan Cyberspace Administration, sebagai bentuk kontrol atas perkembangan aset digital di wilayah tersebut.
Beberapa perusahaan besar seperti Ant Group dan JD.com yang sebelumnya aktif dalam proyek stablecoin diminta untuk tidak melanjutkan inisiatif mereka sebelum mendapatkan izin resmi. Tindakan ini juga mengindikasikan kekhawatiran Beijing terhadap risiko terkait kontrol modal dan stabilitas pasar keuangan yang dapat timbul akibat kegiatan lintas batas.
Hong Kong tetap diperbolehkan mengembangkan sektor aset digital, namun regulasi semakin diperketat. Banyak perusahaan mulai bersikap lebih hati-hati dan menurunkan profil publik inisiatif tokenisasi mereka, menyesuaikan dengan arahan dari regulator utama di Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok menganggap digital asset sebagai alat penting dalam persaingan global, terutama dengan AS yang juga agresif mendorong pengembangan digital currency. Artikel dari Study Times menyoroti blockchain dan mata uang digital sebagai 'arena tersembunyi' kompetisi geopolitik antara kedua negara.
Para ahli menyarankan agar Hong Kong fokus pada proyek-proyek yang dipimpin institusi resmi seperti tokenisasi obligasi pemerintah dan stablecoin yang diatur untuk perdagangan lintas batas. Pendekatan ini akan membantu menjaga kepercayaan global dan mencegah Hong Kong menjadi zona abu-abu yang berisiko tinggi dalam keuangan digital.
Analisis Ahli
Joy Lam
Panduan dari Beijing bukan penolakan total terhadap agenda aset digital Hong Kong, melainkan pengontrolan terhadap aktivitas perusahaan daratan yang beroperasi lintas batas.Bo Tang
Stablecoin bisa menciptakan tekanan pada sistem perbankan tradisional, karena dapat menyalurkan dana dari deposit ke instrumen baru yang berpotensi meningkatkan risiko sistemik.