China Instruksikan Broker Hong Kong Hentikan Sementara Tokenisasi Aset Nyata
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
23 Sep 2025
122 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Regulasi di Tiongkok semakin ketat terhadap tokenisasi aset di luar negeri.
Hong Kong masih menawarkan kerangka kerja yang jelas untuk pengembangan aset digital.
Risiko dalam sektor tokenisasi dapat mempengaruhi arus modal lintas batas.
China Securities Regulatory Commission (CSRC) meminta beberapa broker terkemuka di Hong Kong untuk menghentikan sementara aktivitas tokenisasi aset dunia nyata (RWA) mereka. Langkah ini adalah bagian dari sikap hati-hati Beijing terhadap pengelolaan risiko dan pengawasan yang ketat, terutama meskipun Hong Kong sedang gencar mengembangkan inisiatif aset digital.
Tokenisasi aset dunia nyata adalah proses mengubah aset seperti obligasi, saham, dan properti menjadi token berbasis teknologi blockchain. Hong Kong sendiri telah meluncurkan beberapa program baru, termasuk lisensi stablecoin, untuk menarik perusahaan-perusahaan dan investor agar berpartisipasi dalam ekonomi berbasis token.
Meskipun Hong Kong fokus memajukan sektor aset digital dan ingin menjadi pusat global, Beijing tetap memberlakukan pembatasan ketat pada crypto dan aktivitas terkait tokenisasi sejak larangan perdagangan dan penambangan cryptocurrency pada 2021. Ini menandakan adanya kebijakan yang hati-hati dalam menerapkan teknologi baru yang berpotensi berisiko.
Para ahli menilai bahwa arahan CSRC ini lebih merupakan langkah kalibrasi kebijakan daripada penolakan penuh terhadap teknologi tokenisasi. Penghentian sementara ini bisa membuat peluncuran produk menjadi tertunda dan menambah kompleksitas kepatuhan bagi perusahaan, namun juga mempertegas kebutuhan untuk adanya aturan lintas yurisdiksi yang jelas dan terkoordinasi.
Di tengah ketegangan antara Hong Kong dan Beijing, permintaan tokenisasi dan kredit menggunakan teknologi blockchain masih tinggi. Hong Kong tetap menjadi tempat yang menarik dengan kerangka hukum yang memungkinkan pengembangan inovasi ini, walau pengaruh kebijakan daratan China akan terus menjadi faktor penting.
Analisis Ahli
Jakob Kronbichler
Regulator mengambil pendekatan terukur dalam mengelola interaksi tokenisasi aset dengan pasar modal lintas batas, dan Hong Kong memiliki kerangka kerja lisensi yang memungkinkan pengembangan industri walaupun ada ketidaksejajaran kebijakan regional.Giorgia Pellizzari
CSRC menampilkan sikap berhati-hati, bukan penolakan terhadap tokenisasi, mengamati dengan seksama bagaimana produk-produk ini terhubung dengan pasar modal, terutama dalam konteks lintas negara.