Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ant dan JD.com Tunda Rencana Stablecoin di Hong Kong karena Larangan Beijing

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
20 Okt 2025
71 dibaca
1 menit
Ant dan JD.com Tunda Rencana Stablecoin di Hong Kong karena Larangan Beijing

AI summary

Regulasi di China semakin ketat terhadap penerbitan stablecoin oleh perusahaan swasta.
Terdapat ketegangan antara ambisi Hong Kong untuk menjadi pusat aset digital global dan kebijakan restriktif Beijing.
PBoC menekankan pentingnya menjaga kontrol moneter negara dalam menghadapi inovasi di ruang mata uang digital.
Ant Group dan JD.com, dua perusahaan teknologi besar asal Cina, sebelumnya berniat untuk menerbitkan stablecoin di Hong Kong sebagai bagian dari program baru yang mendukung token berbasis mata uang fiat di wilayah tersebut.Namun, rencana ini harus dihentikan setelah Beijing memperingatkan bahwa penerbitan mata uang digital oleh perusahaan swasta dapat melemahkan kontrol bank sentral dan mengancam otoritas negara atas uang.Hong Kong sendiri telah membuat aturan lisensi untuk stablecoin guna menarik inovasi di bidang aset digital, serta memperluas penggunaan renminbi secara internasional melalui token berbasis yuan.Meski begitu, pejabat dan mantan gubernur bank sentral Cina menilai bahwa stablecoin berisiko menjadi sarana spekulasi dan penipuan sehingga perlu pengawasan ketat dan penundaan pengembangan lebih lanjut.Situasi ini menggarisbawahi ketegangan antara ambisi Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan digital global dan kebijakan Beijing yang lebih mengutamakan stabilitas serta kedaulatan moneter.

Experts Analysis

Zhou Xiaochuan
Stabilitas finansial harus menjadi prioritas utama, dan stablecoin rentan menjadi alat spekulasi serta penipuan sehingga perlu pendekatan yang hati-hati.
Editorial Note
Penghentian rencana stablecoin oleh Ant dan JD.com menunjukkan bahwa Beijing sangat serius menjaga monopoli penerbitan mata uang, bahkan dalam era digital. Meskipun ini mengecilkan peluang inovasi di Hong Kong, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas ekonomi yang ketat dan menghindari risiko spekulasi liar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.