Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ant dan JD.com Tunda Rencana Stablecoin di Hong Kong karena Larangan Beijing

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
20 Okt 2025
124 dibaca
1 menit
Ant dan JD.com Tunda Rencana Stablecoin di Hong Kong karena Larangan Beijing

Rangkuman 15 Detik

Regulasi di China semakin ketat terhadap penerbitan stablecoin oleh perusahaan swasta.
Terdapat ketegangan antara ambisi Hong Kong untuk menjadi pusat aset digital global dan kebijakan restriktif Beijing.
PBoC menekankan pentingnya menjaga kontrol moneter negara dalam menghadapi inovasi di ruang mata uang digital.
Ant Group dan JD.com, dua perusahaan teknologi besar asal Cina, sebelumnya berniat untuk menerbitkan stablecoin di Hong Kong sebagai bagian dari program baru yang mendukung token berbasis mata uang fiat di wilayah tersebut. Namun, rencana ini harus dihentikan setelah Beijing memperingatkan bahwa penerbitan mata uang digital oleh perusahaan swasta dapat melemahkan kontrol bank sentral dan mengancam otoritas negara atas uang. Hong Kong sendiri telah membuat aturan lisensi untuk stablecoin guna menarik inovasi di bidang aset digital, serta memperluas penggunaan renminbi secara internasional melalui token berbasis yuan. Meski begitu, pejabat dan mantan gubernur bank sentral Cina menilai bahwa stablecoin berisiko menjadi sarana spekulasi dan penipuan sehingga perlu pengawasan ketat dan penundaan pengembangan lebih lanjut. Situasi ini menggarisbawahi ketegangan antara ambisi Hong Kong untuk menjadi pusat keuangan digital global dan kebijakan Beijing yang lebih mengutamakan stabilitas serta kedaulatan moneter.

Analisis Ahli

Zhou Xiaochuan
Stabilitas finansial harus menjadi prioritas utama, dan stablecoin rentan menjadi alat spekulasi serta penipuan sehingga perlu pendekatan yang hati-hati.