Bank Sentral China Tegaskan Stablecoin Ancaman Stabilitas Keuangan Global
Finansial
Mata Uang Kripto
28 Okt 2025
77 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
PBoC memperingatkan bahwa stablecoin dapat mengancam stabilitas keuangan global.
Tiongkok memiliki kebijakan ketat terhadap cryptocurrency dan terus mempromosikan e-CNY.
Pertumbuhan stablecoin di pasar global memicu kekhawatiran tentang risiko sistemik dan kepatuhan terhadap regulasi.
Bank sentral China, People’s Bank of China, mengeluarkan peringatan kuat terhadap stablecoin, yang disebut sebagai ancaman bagi stabilitas keuangan dunia dan kedaulatan mata uang negara kecil. Meskipun pasar aset digital berkembang pesat, PBoC khawatir stablecoin dapat membuka celah bagi kegiatan ilegal seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Sejak 2017, China melarang aktivitas perdagangan dan penambangan cryptocurrency di dalam negeri demi mengurangi risiko finansial dan melindungi konsumen. PBoC juga mempromosikan digital yuan (e-CNY) sebagai alternatif yang lebih aman dan dikendalikan oleh negara, sambil terus memantau perkembangan stablecoin di pasar luar negeri yang berpotensi mengganggu dominasi mata uang China.
Peringatan ini muncul di tengah pertumbuhan pesat pasar stablecoin global, yang kini mencapai kapitalisasi pasar sebesar 308 miliar USD dengan Tether dan USD Coin mendominasi. Transaksi stablecoin dalam 12 bulan terakhir bahkan mencapai 46 triliun USD, jumlah yang sebanding dengan volume sistem pembayaran utama di Amerika Serikat.
Berbeda dengan Beijing, Hong Kong telah meluncurkan regulasi khusus untuk stablecoin, mengundang berbagai perusahaan besar termasuk Ant Group dan JD.com untuk mengajukan izin. Namun, di Tiongkok daratan, perusahaan tersebut diberi instruksi untuk menunda rencana stablecoin karena hak pencetakan uang adalah milik negara.
PBoC menekankan bahwa teknologi blockchain berpotensi besar tetapi harus menjalankan fungsi dalam regulasi yang ketat. Mereka menegaskan komitmen untuk melindungi stabilitas ekonomi dan keuangan dengan mengawasi dan memberantas aktivitas kripto yang bersifat spekulatif dan ilegal.
Analisis Ahli
Wang Yongli
Dominasi stablecoin yang dipatok pada dolar AS menimbulkan tantangan strategis besar bagi internasionalisasi renminbi, sehingga pemerintah harus mempercepat pengembangan e-CNY dan menjajaki stablecoin renminbi lepas pantai.