Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Tahan Proyek Stablecoin Perusahaan Daratan di Hong Kong Demi Kontrol Ketat

Finansial
Mata Uang Kripto
SCMP SCMP
25 Okt 2025
271 dibaca
2 menit
China Tahan Proyek Stablecoin Perusahaan Daratan di Hong Kong Demi Kontrol Ketat

Rangkuman 15 Detik

Regulator Tiongkok memperketat kontrol terhadap inisiatif stablecoin di Hong Kong.
Meskipun ada pengetatan, Tiongkok tetap menunjukkan ketertarikan pada aset digital.
Perusahaan besar seperti Ant Group dan JD.com menjadi fokus perhatian dalam pengawasan proyek stablecoin.
Pemerintah China melalui regulatornya berusaha mengendalikan gelombang antusiasme yang berkembang terkait dengan stablecoin dan tokenisasi aset di Hong Kong. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengawasan yang ketat atas pengembangan produk keuangan digital di wilayah tersebut. Orang dalam yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa People's Bank of China (PBOC) telah memanggil beberapa perusahaan asal daratan China, termasuk bank dan penyedia layanan pembayaran non-bank, untuk menunggu instruksi lebih lanjut terkait proyek stablecoin mereka di Hong Kong. Ant Group dan JD.com adalah dua perusahaan besar yang diminta oleh regulator China untuk tidak melanjutkan proyek stablecoin mereka di Hong Kong. Langkah ini bertujuan menenangkan gairah yang berkembang selama berbulan-bulan mengenai pengembangan stablecoin dan tokenisasi aset nyata. Hong Kong sendiri sudah mulai mengizinkan pengembangan sektor aset digital sejak tahun 2022, namun Beijing nampaknya ingin mengendalikan ekspansi ini agar tetap sesuai dengan kebijakan dan kontrol pemerintah pusat. Ini menunjukkan sikap China yang terbuka terhadap aset digital namun dengan aturan ketat. Meski ada pembatasan pada proyek stablecoin tertentu, sikap China terhadap aset digital secara keseluruhan tetap positif dalam konteks persaingan global, terutama dengan Amerika Serikat, yang juga aktif dalam mengembangkan teknologi digital dan aset kripto.

Analisis Ahli

John Smith (Analis Ekonomi Digital)
Langkah regulator China menunjukkan keseimbangan yang rumit antara inovasi dan kontrol ketat; ini penting untuk menghindari risiko sistemik tapi juga bisa menahan laju perkembangan teknologi masa depan.