Waspada Gempa dan Tsunami Megathrust: Siapkan Diri Hadapi Risiko Besar
Sains
Iklim dan Lingkungan
25 Okt 2025
231 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Indonesia berisiko tinggi terhadap gempa dan tsunami akibat posisi di Cincin Api Pasifik.
Dua zonasi Megathrust, yaitu Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, berpotensi menyebabkan bencana besar.
Mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Indonesia adalah negara yang rawan gempa dan tsunami karena berada di area Cincin Api Pasifik, di mana 13 jalur Megathrust mengelilingi wilayah ini. Dua jalur Megathrust yang paling berisiko adalah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang sudah lama tidak mengalami gempa besar, sehingga masa rentang gempa besar dirasa sudah dekat.
BMKG dan para ahli dari BRIN terus memperingatkan masyarakat akan potensi bahaya yang mungkin terjadi apabila energi yang terkumpul di zona subduksi ini dilepaskan. Gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 8,7 berpotensi terjadi dan bisa memicu tsunami besar yang dapat mencapai tinggi 20 meter di beberapa lokasi, terutama di wilayah selatan Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
Menurut penelitian, tsunami bisa tiba di daerah selatan Jawa Barat dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempa terjadi, bahkan ada wilayah yang hanya membutuhkan waktu 18 menit. Sementara tsunami baru tiba di wilayah Jakarta Utara sekitar 2,5 jam kemudian, dengan estimasi tinggi gelombang 1 hingga 1,8 meter.
Untuk mengurangi risiko bencana, BMKG melakukan berbagai langkah seperti memasang sensor sistem peringatan dini tsunami InaTEWS yang menghadap zona Megathrust, melakukan edukasi publik dan pemerintah daerah, serta bekerja sama dengan berbagai organisasi internasional. Selain itu, BMKG rutin mengecek dan memastikan sirene peringatan tsunami berfungsi dengan baik di daerah-daerah rawan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak hanya mendengarkan peringatan, tetapi juga aktif dalam melakukan mitigasi dan persiapan. Dengan langkah-langkah yang tepat, dampak dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi dapat diminimalkan demi keselamatan semua pihak.
Analisis Ahli
Daryono
Gempa di zona Megathrust Mentawai-Siberut sudah lama tidak terjadi, dan ini menunjukkan adanya seismic gap yang berpotensi melepaskan energi besar kapan saja.Nuraini Rahma Hanifa
Energi yang terakumulasi di zona subduksi mengancam memicu gempa besar dan tsunami tinggi hingga 20 meter, terutama jika terjadi di wilayah Pangandaran.Dwikorita Karnawati
Mitigasi melalui pemasangan sensor InaTEWS dan edukasi masyarakat harus terus dijalankan agar masyarakat siap dan tanggap menghadapi bencana megathrust.
