Waspada Ancaman Gempa dan Tsunami Megathrust di Indonesia
Sains
Iklim dan Lingkungan
07 Jun 2025
231 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Indonesia berpotensi menghadapi gempa besar akibat Megathrust yang belum terjadi selama berabad-abad.
Pentingnya kewaspadaan dan mitigasi untuk mengurangi dampak bencana gempa dan tsunami.
Edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan merupakan kunci dalam menghadapi risiko bencana alam.
Indonesia berada di kawasan Ring of Fire yang rawan bencana gempa dan tsunami. Salah satu ancaman terbesar adalah gempa Megathrust yang memiliki potensi untuk terjadi di beberapa segmen di wilayah Indonesia, terutama di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut yang sudah lama tak mengalami gempa besar.
Para peneliti dari BRIN dan BMKG memperingatkan bahwa energi yang terakumulasi di zona subduksi Megathrust terus bertambah. Jika energi ini dilepaskan secara tiba-tiba, dapat menimbulkan gempa besar dengan magnitudo hingga 8,7 dan memicu tsunami dahsyat yang berdampak luas.
Salah satu prediksi paling mengkhawatirkan adalah apabila Megathrust di Pangandaran pecah, tsunami dengan ketinggian sampai 20 meter bisa terjadi dan merambat ke wilayah pesisir seperti Banten, Lampung, dan bahkan Jakarta. Waktu kedatangan tsunami ini berbeda-beda, Jakarta diperkirakan mendapat tsunami lebih lambat yaitu setelah 2,5 jam.
BMKG sudah melakukan berbagai persiapan termasuk memasang sensor InaTEWS sebagai sistem peringatan dini tsunami yang menghadap langsung ke zona Megathrust. Selain itu, edukasi masyarakat dan pemda digalakkan agar infrastruktur mitigasi seperti jalur evakuasi dan shelter tsunami dapat dipersiapkan dengan baik.
Dengan berbagai tindakan antisipasi tersebut, BMKG dan BRIN berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa dan tsunami Megathrust, sehingga potensi kerusakan, korban jiwa, dan gangguan sosial ekonomi dapat diminimalisir.


