Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Gempa Megathrust di Indonesia: Ancaman dan Mitigasi Penting Dilakukan

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
16 Sep 2025
254 dibaca
2 menit
Waspada Gempa Megathrust di Indonesia: Ancaman dan Mitigasi Penting Dilakukan

Rangkuman 15 Detik

Wilayah Indonesia sangat rentan terhadap bencana gempa dan tsunami karena terletak di Cincin Api Pasifik.
BMKG berupaya melakukan mitigasi dan memberikan informasi tentang potensi gempa kepada masyarakat.
Masyarakat perlu siap menghadapi gempa dengan memahami langkah-langkah perlindungan yang tepat.
Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan tsunami karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Pada Agustus 2024, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Gunungkidul yang dikaitkan dengan fenomena Megathrust, yaitu gempa akibat pergerakan lempeng tektonik di zona subduksi laut. Zona Megathrust di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dianggap sangat berbahaya karena sudah lama tidak mengalami gempa besar sehingga tekanan energi terus menumpuk. BMKG mencatat gempa kecil sebagai tanda bahwa waktu pergerakan besar hanya menunggu waktu, seperti gempa di Nias Barat pada Mei 2025. BMKG dan BRIN memberikan peringatan serius terkait potensi gempa besar di zona tersebut yang dapat memicu tsunami besar. Misalnya, jika Megathrust di Pangandaran pecah, tsunami dapat mencapai ketinggian hingga 20 meter dan membahayakan wilayah pesisir Banten, Lampung, dan bahkan Jakarta. Sebagai upaya mitigasi, BMKG telah mengembangkan sistem peringatan dini gempa INA-EEWS yang mampu memberikan informasi 20 detik sebelum guncangan tiba, serta melakukan edukasi dan simulasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama di daerah blind zone yang sulit mendapat peringatan. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan langkah DROP-COVER-HOLD ON saat gempa terjadi untuk melindungi diri dari cedera akibat benda jatuh atau terjatuh. Walaupun belum bisa dipastikan kapan gempa besar terjadi, kesiapsiagaan adalah kunci menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan.

Analisis Ahli

Daryono
Gempa yang terjadi di Gunungkidul merupakan gempa Megathrust dengan mekanisme thrust yang menandakan adanya pergerakan naik di bidang kontak lempeng, menjadi sinyal penting bagi kesiapan mitigasi.
Nuraini Rahma Hanifa
Pelepasan energi di zona Megathrust tidak hanya menyebabkan gempa kuat tapi juga potensi tsunami besar dengan dampak luas, terutama di wilayah pesisir Selat Sunda.
Dwikorita
Mengingat isu Megathrust sudah lama, penting bagi masyarakat tidak hanya waspada tapi juga segera melakukan mitigasi nyata seperti simulasi dan edukasi.