Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada Risiko Gempa dan Tsunami Megathrust Mengancam Indonesia

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
12 Jul 2025
196 dibaca
2 menit
Waspada Risiko Gempa dan Tsunami Megathrust Mengancam Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Wilayah Indonesia memiliki banyak segmen Megathrust dengan risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami.
BMKG dan BRIN aktif dalam memberikan edukasi dan peringatan dini kepada masyarakat mengenai potensi bencana.
Pentingnya persiapan dan mitigasi untuk mengurangi dampak bencana gempa dan tsunami di daerah rawan.
Indonesia terletak di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki 13 segmen Megathrust yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami. Dari segmen-segmen itu, Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut menjadi yang paling berisiko karena sudah lama tidak terjadi gempa besar sehingga menimbulkan kekhawatiran akan gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Baru-baru ini terjadi gempa berkekuatan M5,2 di Nias Barat yang terkait dengan aktivitas Megathrust Mentawai-Siberut. Ini menunjukkan bahwa zona ini aktif dan menimbulkan potensi bahaya. Selain itu, bentangan zona Megathrust di selatan Jawa Barat juga berpotensi memicu gempa sampai magnitudo 8,7 dan tsunami setinggi 20 meter yang bisa berdampak ke wilayah Banten, Lampung, sampai Jakarta. BMKG bersama BRIN dan lembaga terkait terus mengimbau masyarakat agar siap menghadapi bencana ini. Beberapa usaha yang dilakukan termasuk memasang sistem peringatan dini tsunami InaTEWS yang ditempatkan menghadap zona megathrust, edukasi masyarakat, dan persiapan infrastruktur seperti jalur evakuasi dan shelter tsunami. Pemerintah daerah juga diimbau untuk menjaga sistem peringatan seperti sirine tsunami agar berfungsi optimal. Tsunami yang terjadi akibat gempa megathrust memiliki waktu kedatangan yang berbeda di setiap lokasi. Misalnya, di bagian selatan Jawa tsunami bisa datang kurang dari satu jam setelah gempa, sementara di Jakarta tsunami baru akan tiba sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi. Ini penting agar masyarakat memahami prosedur evakuasi sesuai dengan lokasi mereka. Meskipun belum bisa diprediksi kapan gempa besar akan terjadi, pemerintah dan BMKG menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan. Edukasi warga, penguatan infrastruktur, serta sistem peringatan dini adalah kunci menghadapi ancaman bencana alam ini supaya kerusakan dan risiko korban jiwa dapat diminimalisir.

Analisis Ahli

Daryono
Gempa di Nias Barat merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng yang murni terpusat di zona Megathrust Mentawai-Siberut.
Nuraini Rahma Hanifa
Pelepasan energi di zona subduksi selatan Jawa Barat dapat memicu gempa kuat dan tsunami tinggi, dengan dampak luas hingga Jakarta.
Dwikorita Karnawati
Mitigasi dan edukasi masyarakat adalah kunci utama untuk menghadapi bencana megathrust, didukung sistem peringatan dini yang terus diperbarui.