Kontroversi Sora 2: AI Bikin Video Anime, Jepang Minta OpenAI Hentikan Pelanggaran
Teknologi
Kecerdasan Buatan
15 Okt 2025
95 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sora 2 adalah aplikasi baru dari OpenAI yang menciptakan konten visual dan menimbulkan kontroversi hak cipta.
Pemerintah Jepang mengajukan permintaan resmi untuk melindungi kekayaan intelektual terkait karakter anime dan video game.
OpenAI berencana untuk memperbaiki kontrol hak cipta dalam penggunaan karakter di Sora 2.
OpenAI merilis aplikasi baru bernama Sora 2 pada 1 Oktober 2025 yang dapat membuat video berdurasi 20 detik dengan audio dan resolusi tinggi menggunakan teknologi AI. Dalam waktu kurang dari lima hari, aplikasi ini sudah di-download satu juta kali dan langsung populer di kalangan pengguna.
Namun, kemunculan video-video dari Sora 2 ini memicu kontroversi karena banyak menampilkan karakter berhak cipta dari anime dan video game populer Jepang seperti One Piece, Demon Slayer, Pokemon, dan Mario. Hal ini mengundang perhatian serta kekhawatiran pemerintah Jepang tentang kemungkinan pelanggaran hak cipta.
Pemerintah Jepang melalui Menteri Minoru Kiuchi secara resmi meminta OpenAI untuk menghindari pelanggaran hak kekayaan intelektual. Mereka menilai manga dan anime sebagai harta karun bangsa Jepang yang harus dijaga agar tidak disalahgunakan oleh teknologi AI tanpa izin pemegang hak cipta.
OpenAI telah berusaha menghubungi beberapa agensi talenta dan studio kreatif sebelum peluncuran, namun belum jelas apakah studio Jepang termasuk di dalamnya. CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan akan membuat sistem yang memungkinkan pemegang hak cipta mengendalikan penggunaan karakter mereka di platform Sora 2.
Jepang memiliki Undang-Undang Promosi AI yang mulai berlaku pada September 2025, yang secara khusus mengatur penggunaan AI agar tidak merugikan hak cipta. Meskipun belum ada sanksi tegas, pemerintah berharap OpenAI dan pelaku usaha lain mau bekerja sama demi melindungi karya kreatif.
Analisis Ahli
Minoru Kiuchi
Manga dan anime adalah harta karun tak tergantikan yang harus dilindungi dengan ketat agar tidak disalahgunakan oleh teknologi AI.Sam Altman
Kami bertanggung jawab untuk memberikan pemegang hak cipta kontrol penuh atas penggunaan karakter mereka pada platform AI kami.
